Dinilai Penting, MAA Adakan Pelatihan Hukum Adat

Ketua Adat dan Hukum Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh Abdurrahman SH M.Hum saat menyampaikan laporannya pada kegiatan pelatihan adat hukum di Aula Khana Pakat Blangpidie.

Reporter : Nazli Md

Blangpidie-Abdya, Suara Indonesia-News.Com – Pelatihan materi adat dan hukum dalam rangka Peukong Pageu Gampong (Perkuat pengamanan Desa) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dinilai sangat penting sebagai upaya menjaga serta melestarikan adat dalam lingkungan masyarat gampong.

Hal tersebut ditegaskan, Abdurrahman, SH M.Hum ketua Pengurus Adat Majelis Adat Aceh (MAA) pada kegiatan pelatihan materi adat dan humum dalam rangka peukong pageu gampong yang dilaksanakan oleh MAA Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di Aula Khana Pakat Gues Home Blangpidie Kabupaten setempat. Selasa (15/3).

“Pelatihan  materi adat dan hukum dalam rangka peukong pageu gampong tahun 2016 dilaksanakan agar semua masyarakat mengikuti dan mengerti hukum adat dan setiap gampong harus ada qanun adat,”tegas Abdurrahman.

Lebih lanjut disebutkan, dalam pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari dengan menghadirkan peserta dari Kecamatan Blangpidie dan Kecamatan Susoh tersebut dilaksanakan dua tahap.

”Untuk hari ini tahap pertama diikuti 65 orang dari unsur para keuchik, tuha pheut, mukim dan imam chik se-kecamatan Susoh,”terang Abdurrahman.

Untuk tahap kedua, lanjutnya, akan dilaksanakan pada tanggal 17 – 18 Maret 2016 peserta dari Kecamatan Blangpidie dan Kecamatan Susoh dengan jumlah 67 orang dari unsur aparatur gampong, tokoh pemuda, tokoh wanita, MMA Kecamatan dan para Camat.

”Seluruh peserta akan dibimbing oleh pemateri dari MAA Aceh dan MAA Abdya,”sebut Abdurrahman.

Dalam kesempatan itu, Abdurrahman mengakui dengan adanya kegiatan pelatihan adat dan hukum adat, para peserta dan pihak terkait lainnya dapat memberikan suatu mengapresiasi yang membanggakan dimana dalam kegiatan itu dapat saling membagi pengetahuan tentang adat dan hukum adat.

“Kita harapkan kedepan kita akan terus memilik aspek kerja sama antara pemerintah gampong, pemerintah kecamatan dan pemerintah pusat dengan masyarakat,”pungkas Abdurrahman.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Drs M Hanafiah Ak SH MM atas nama Bupati Abdya Ir Jufri Hasanuddin MM dalam sambutan pembukaannya mengatakan, perkembangan zaman yang terus maju turut mempergaruhi adat istiadat dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat, sementara upaya pelestariannya masih dirasakan sangat kurang.

“Negara berkewajiban menggali, memelihara dan menumbuh kembangkan adat istiadat dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat yang beraneka ragam dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan,”sebut Hanafiah.

Terkait dengan pelaksanaan pelatihan yang di laksanakan MAA Abdya tersebut, Hanafiah mengakui, pemerintah sangat menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan tersebut.

”Kami menilai pelatihan ini sangat penting sebagai upaya kita menjaga serta melestarikan adat,”tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Hanafiah mengharapkan kegiatan tersebut dapat di kembangkan ditengah-tengah masyarakat sehingga peran tokoh-tokoh adat dalam menegakkan hukum adat benar-benar dapat diandalkan.

”Adat dan hukum adat harus dapat berperan sebagai pageu gampong sebabaimana yang harapkan,”tuntasnya.

Pada pembukaan kegiatan tersebut selain dihadiri perwakilan MAA Aceh juga turut dihadiri Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Abdya, Ir T Syamsul Kamal MM, perwakilan Forkompimkab Abdya serta para undangan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here