Dinilai Janggal, Revitalisasi Pembangun Alun alun Ciamis Didemo Warga dan Mahasiswa

Kasi Intelijen Kejaksaan Ciamis, Femi l Nasution SH MH, Saat di Temuin awak Media di Ruangannya

CIAMIS, Kamis (21/2/2019) suaraindonesia-news.com – Revitalisasi pembangun Alun alun Ciamis dengan anggaran sebesar 2,3 Miliar yang dinilai tidak sesuai dan tidak transparan, sejumlah warga dan mahasiswa Ciamis yang tergabung dalam Forum Peduli Infrastuktur Ciamis, melakukan demontrasi di tugu Reflesia Alun-alun Ciamis. Kamis (21/2).

Sambil berorasi, mereka dalam aksinya sambil membentangkan kain putih bertuliskan audit pembangunan Alun alun di tugu Raplesia.

Korlap aksi Andi Alifikri dalam orasinya mengatakan, pihaknya menuntut transparansi pembangunan alun alun yang menelaan dana 2,3 Miliar ini.

“Benar atau salah, jangan sampai membuat kegaduhan masyarakat Ciamis dan ke tidak percayaan untuk menyerap anggaran oleh pemerintah, dari anggaran revitalisasi pembangun alun alun hanya menyerap untuk paving blok saja. Sementata masih banyak titik yang belum memakai paving blok.” katanya.

Menurut, dengan hanya memasang paving blok saja, menurutnya anggaran sebesar itu tidak sesuai.

“Dari itu, kami akan mengumpulkan data bila mana ada kerugian negara akan segera laporkan ke kejaksaan agar di proses dengan hukum yang berlaku,” tegas Andi.

Selain pembangun Alun alun Andi masih melihat berdirinya tugu Raflesia di Alun alun, menurutnya Tugu tersebut harus di ganti karena filosopi Raplesia itu Bau, menurutnya masih banyak icon icon Ciamis yang pantas untuk berdiri kokoh di Alun alun Ciamis.

“Icount Raflesia ini harus benar benar dibuang diganti dengan yang lebih baik, hadirkan budayawan, akademisi, harus dirapatkan. Kalau wajah ciamis baik dan berkearifan lokal setidaknya mungkin bisa membuat Ciamis lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Ciamis Oman Rohman menuturkan pembangunan taman Raflesia sudah sesuai detail enginering design (DED). Saat ini sedang dalam proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Sejak Jumat kemarin sedang proses audit, dalam pengawasan BPK. Pembangunan itu semua ada dalam DED,” jelas Oman saat ditemui di kantornya.

Sementara itu, terkait tugu bunga Raflesia, sudah ada rencana mengganti tugu tersebut. Namun belum terealisasi karena anggarannya tidak cukup. Selain itu, usulan dari masyarakat terkait tugu yang tepat untuk menggantinya terus berdatangan. Sehingga ini bisa menjadi kesempatan untuk menentukan tugu yang cocok bagi ikon Ciamis.

“Untuk pembangunan tugu itu nantinya bisa disayembarakan atau dilelang, bisa banyak masukan. Jadi masih terbuka untuk menampung ide dari masyarakat menentukan tugu yang pas.” Pungkasnya.

Kejaksaan Ciamis Kasi Intelijen Femi l Nasution, SH, MH saat di temuin awak Media di Ruangannya mengatakan. Pihaknya dari Kejaksaan khususnya dari tim TP4D dalam hal proyek kota Ciamis atau Alun alun Ciamis mengaku tidak tutup mata.

“Kami terus memantau kegiatan tersebut, yang kita ketahui ada 3 tahapan pembangunan, pertama,kedua dan ketiga. Untuk pembangun Alun alun sekarang merupakan tahapan Pertama,” katanya.

Dalam hal ini lanjut Femi, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Pihak Dinas terkait apa saja yang harus di perbaiki dalam masa pemeliharaan ini.

“Untuk audit BPK, kami tunggu hasilnya, bilamana ada temuan kami akan teliti dulu,” terangnya.

Femi menghimbau kepada masyarakat Ciamis untuk terus mengawal perkembangan Alun alun Ciamis dimana kita tahu itu merupakan salah satu icon dan kebanggaan Kota Ciamis.

Reporter : Mahendra
Editor : Amin
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here