Dinas PM – PPTSP Kabupaten Nias Sosialisasi Sinkronisasi Pembinaan Penanaman Modal

oleh -114 views
Saat narasumber menyampaikan materinya pada sosialisasi sinkronisasi pembinaan pelaksanaan penanaman modal di wilayah Kabupaten Nias

NIAS, Jumat (15/10/2021) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Nias melalui Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PM – PPTSP) selenggarakan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal untuk hari ke dua yang pesertanya para pelaku usaha lingkup wilayah Kabupaten Nias bertempat di balai serbaguna Howu – Howu Desa Lasara Idanoi, Kecamatan Gido, Jumat (15/10).

Acara dimulai dengan pemaparan narasumber yang disampaikan oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nias, Danius Harefa, ST.

Pada penyampaiannya Danius Harefa menyampaikan topik sosialisasi tentang peran pemerintah daerah dalam mendorong investasi di Kabupaten Nias.

“Investasi adalah penanaman uang dengan harapan hasil dan nilai tambah. Investasi juga dapat diartikan sebagai penempatan sejumlah dana dengan harapan dapat memelihara, menaikkan nilai atau memberikan return yang positif,” ucap narasumber menjelaskan pengertian investasi.

Danius Harefa juga menjelaskan tujuan dari investasi yaitu : Meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional; Menciptakan lapangan kerja; Meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan; Meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha nasional; Meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional; Mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan; Mengolah ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan dana yang berasal baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri; dan Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Diakhir material Danius Harefa mengatakan jika ke depan pihaknya akan melakukan investasi pada sektor unggulan di Kabupaten Nias.

“Di 2021 sampai 2026 nanti, selain dibidang UMKM, kita akan coba berinvestasi pada bidang pertanian, perikanan dan peternakan, sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Nias. Kita berharap, investasi yang dilakukan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Danius.

Usai narasumber dari Bappeda selesai, acara dilanjutkan dengan pemaparan narasumber dari BPJS Kesehatan Kabupaten Nias yang disampaikan oleh Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Nias, M. Irdiansah

“Setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 bulan di Indonesia, wajib menjadi peserta program Jaminan Sosial,” ucap M. Irdiansah

Lebih lanjut Kepala kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Nias itu juga mengatakan jika menjadi peserta JKN-KIS adalah bersifat wajib.

“Prinsip kepesertaan wajib sebagai bentuk atau upaya negara dalam memastikan seluruh warga negaranya terlindungi dalam sebuah sistem jaminan sosial nasional, setiap peserta mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Upaya memastikan terlaksananya kewajiban tersebut, UU memberikan kewenangan kepada BPJS untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan serta mengenakan sanksi administratif,” jelas narasumber dari BPJS Kesehatan itu.

Selain Bappeda dan BPJS Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu juga menghadirkan narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan Gunungsitoli dan Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Gunungsitoli.

Dari pantauan media ini acara rapat koordinasi dan sinkronisasi pembinaan pelaksanaan penanaman modal tersebut berjalan lancar dan para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Reporter : Topan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *