Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Gelar Seminar Sejarah Keturunan Tuada Ho dan Siofatanomo

oleh -23 views
Foto: Bupati Nias, Yaatolo Gulo (kanan) bersama narasumber saat mengisi seminar penigkatan akses masyarakat terhadap data dan informasi sejarah atau sinopsis keturunan Tuada Ho dan Siofatanomo.

NIAS, Kamis (29/09/2022) suaraindonesia-news.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Bidang Kebudayaan menggelar seminar dalam rangka penigkatan akses masyarakat terhadap data dan informasi sejarah atau sinopsis keturunan Tuada Ho dan Siofatanomo.

Acara tersebut bertempat di Gedung Howu-Howu, Desa Lasara Idanoi, Kecamatan Gido. Kegiatan sendiri diawali dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana Seminar, pelaksana tugas (Plt) Kadis Pendidikan Kabupaten Nias, Tehego Ndraha, saat menyampaikan tujuan seminar tersebut.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui informasi sejarah Tuada Ho dan Siofatanomo berdasarkan penuturuan para tokoh serta pendapat dari penggiat budaya dan arkeolog. Hal ini akan menambah wawasan dan pengetahuan sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujar Tehego Ndraha, Kamis (29/09).

Seperti diketahui, seminar dengan tema penigkatan akses masyarakat terhadap data dan informasi sejarah atau sinopsis keturunan Tuada Hao dan Siofatanomo wilayah Kabupaten Nias dilaksanakan selama 1 hari dengan menyajikan materi dan sejumlah kegiatan.

Diantaranya, pembahasan silsilah Tuada Ho dan Siofatanomo. Pada kegiatan tersebut panitia menghadirkan narasumber atau tenaga ahli sebanyak 3 orang.

Mereka diantaranya yakni Johannes Hammerle dari Museum Pusaka Nias, Dr. Ketut Wiradnyana. Kemudian Peneliti Ahli Utama di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Tomson Parnigotan Hutasoit sebagai Tim Ahli Cagar Budaya Sumatera Utara.

Bupati Nias, Yaatolo Gulo, dalam arahannya mengatakan, bahwa seminar tersebut merupakan kegiatan yang patut diapresiasi bersama. Sebab, sudah ada kolaborasi Dinas Pendidikan Bidang Kebudayaan dengan para tokoh yang menjadi narasumber.

“Penyusunan sinopsis atau sejarah ini bertujuan untuk menggali, menginventarisasi, mengamankan dan juga menyelamatkan (melestarikan) objek Kemajuan Kebudayaan berupa tradisi lisan,” kata Bupati Yaatolo Gulo, Kamis (29/09).

Menurutnya, penuturan dari sejarah Tuada Ho dan Siofatanomo melalui sejarah lisan orang tua dari satu generasi ke generasi berikutnya akan menambah pemahaman masing-masing yang berbeda-beda.

“Semoga perbedaan ini tidak menjadi pemecah di antara kita semua, itulah sebabnya penyusunan sinopsis ini dapat menjadi media untuk mempererat tali silahturahmi dan persaudaraan di antara kita semua,” harap Bupati Yaatolo Gulo.

“Kita patut bersyukur bahwa masih ada peninggalan-peninggalan sejarah yang dapat kita jadikan referensi dalam penyusunan sinopsis ini, misalnya Tambo, situs berupa makam, tempat bersejarah dan tulisan-tulisan kuno serta penuturan masing-masing tokoh yang semakin memperkaya penyusunan sinopsis atau sejarah,” kata Bupati Yaatolo Gulo lebih lanjut.

Mengakhiri arahannya, Bupati Bupati Yaatolo Gulo, berharap agar kegiatan tersebut dapat menghasilkan informasi berupa buku tentang asal-usul leluhur khususnya keturunan dari Tuada Ho dan Siofatanomo.

Sehingga, dapat menjadi informasi yang lebih akuntabel yang dapat mendukung pengembangan literasi di Kabupaten Nias.

Diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut, pimpinan dan anggota DPRD, Camat Gido, Camat Sogaeadu, Tim Arkeolog dari Provinsi Sumatera Utara, Ketua LBN, Kepala Desa Lokus Pengumpulan Data, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kasubbag Lingkup Dinas Pendidikan dan segenap tim pelaksana, tokoh masyarakat, sumber infomasi serta keturunan Tuada Ho dan Siofatanomo.

Reporter : Topan
Editor : M Hendra E
Publisher : Nurul Anam

Tinggalkan Balasan