Dinas Koprasi dan UKM Sumenep Menggelar Pelatihan Singkat Handycraft Dari Kulit Jagung

×

Dinas Koprasi dan UKM Sumenep Menggelar Pelatihan Singkat Handycraft Dari Kulit Jagung

Sebarkan artikel ini
IMG 20160223 WA0112
Pembukaan Pelatihan singkat handycraft dari kulit Jagung

Reporter : Fajar

Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Untuk membuka lapangan kerja dalam rangka pertumbuhan wirausaha baru serta peningkatan produktifitas usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Sumenep, Dinas Koperasi dan UKM menggelar pelatihan singkat handycraft dari kulit jagung di Hotel Sumekar, Selasa (23/02/2016).

Hal ini sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada masyrakat, serta dalam rangka mewujudkan program 5.000 wirausaha baru tahun 2016-2021. Sebagaimana yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, yang merupakan bagian dari visi misi dalam pilkada lalu, Pemkab Sumenep melalui Dinas Koperasi melaksanakan pelatihan singkat handycraft dari kulit jagung, yang diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai kecamatan di sumenep.

Wakil Bupati Sumenep Ach. Fauzi didampingi Sekdakab Sumenep, saat membuka acara pelatihan tersebut mengatakan, program tersebut harus berjalan sukses, mengingat saat ini telah memasuki di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sebab MEA menuntut masyarakat memiliki skill, inovasi dan kreasi yang tinggi.

“Sebab jika tidak kita akan menjadi penonton di negeri kita sendiri, karena Masyarakat Ekonomi ASEAN diibaratkan pisau bermata dua,” tandasnya pada pembukaan pelatihan singkat handycraft di Hotel Utami Sumenep.

Namun, yang menjadi kendala saat ini, menurut Akhmad Fauzi, adalah masalah pola pemasaran yang kurang mendukung dan perlu dicarikan solusi oleh Dinas Koperasi dan UKM, sehingga hasil produk masyarakat Sumenep menyebar ke berbagai daerah.

Untuk itu, Fauzi berharap pasca pelatihan, peserta mempergunakan ilmunya dengan kreasi yang dimiliki, sehingga hasil dari kreasi tersebut bisa mempunyai nilai ekonomis serta Dinkop dan UKM terus mendampingi dan memfasilitasi kebutuhan UMKM, terutama dalam hal pemasaran.

“Saya yakin, banyak UKM di Sumenep yang kreati dan inovatif. Untuk itu, informasi-informasi pemasarannya harus terus disampaikan kepada UMKM di Sumenep secara berkelanjutan,” ungkapnya.