Dimadu Tanpa Izin, Kejari Abdya Siap Berikan Pendampingan Hukum Gratis

Kepala seksi pendata dan tata usaha negara kejaksaan negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) Handri, SH.

ABDYA, Senin (16/9/2019) suaraindonesia-news.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) kini membuka layanan pengaduan untuk Ibu Rumah Tangga (IRT) yang dimadu suaminya tanpa izin. Suami-suami nakal di Kabupaten Abdya ini dipastikan bakal berhadapan dengan pihak Kejaksaan jika berani menikah tanpa persetujuan istri. Dalam kasus ini, Jaksa Pengacara Negara Kejari melindungi hak-hak keperdataan pelapor.

Kajari Abdya, Abdur Khadir, SH, MH melalui Kasi Datun Handri, mengaku pihaknya kini memberikan pendampingan hukum gratis bagi istri yang suaminya menikah tanpa izin.

“Benar, kita akan berikan pendampingan hukum gratis bagi istri yang suaminya menikah tanpa sepegetahuannya, karena itu tidak sesuai dengan ketentuan Negara,” kata Handri, SH, Kamis (12/9/2019) di Blangpidie.

Adapun langkah yang akan diambil jika terbukti suami pelapor menikah tanpa izin, berupa pembatalan pernikahan.

“Jika benar terbukti, langkahnya adalah berupa pembatalan pernikahan,” ungkap Handri.

Dijelaskannya, pelayanan yang diberikan itu tidak termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pemalsuan dokumen. Sebab, untuk kasus itu pihaknya tidak bisa memberikan pendampingan hukum.

“Kalau KDRT dan pemalsuan dokumen nikah, itu ranahnya pihak kepolisian, layanan kita ini khusus pembatalan pernikahannya saja,” tutur Handri.

Diketahui pemberitahuan kepada masyarakat tentang layanan ini, Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya, telah memasang bilboard banner di pagar kantor bertuliskan
“Suami anda menikah lagi, tanpa izin dari anda ? Konsultasikan dan laporkan kepada kami, jaksa pengacara negara Kejari Abdya siap melindungi hak-hak keperdataan anda”

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here