JAKARTA, Senin (09/02) suaraindonesia-news.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Penanggulangan Bencana Dewan Pimpinan Pusat MUI untuk masa khidmah 2025–2030. Pengukuhan tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Dalam sambutannya, Menteri Nusron mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk memanjatkan doa demi keselamatan bangsa, seiring dengan maraknya bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
“Sejak masa Presiden Soekarno, bencana dimaknai sebagai ujian persatuan dan panggilan gotong royong. Hari ini, kesinambungan gotong royong kita lanjutkan dengan pendekatan yang lebih manusiawi, partisipatif, dan berkeadilan,” ujar Nusron Wahid.
Ia menyampaikan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan pemikiran Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo yang menekankan bahwa pembangunan sejati harus memanusiakan manusia. Menurutnya, negara memiliki kewajiban untuk melindungi rakyat, khususnya kelompok yang paling rentan, agar mampu bangkit secara bermartabat dari setiap musibah.
Dalam konteks penanggulangan bencana, Nusron Wahid menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan bencana dengan menempatkan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah adalah pencabutan izin terhadap 28 perusahaan yang dinilai melanggar dan merusak lingkungan.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden. Salah satu langkah konkret beliau adalah mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar dan merusak alam sehingga menyebabkan banjir,” kata Nusron Wahid. Ia berharap, pencabutan izin tersebut dapat ditindaklanjuti melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya kepada MUI yang dinilai selalu mengambil peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Presiden menyebut MUI sebagai pilar stabilitas, ketenangan, kesejukan, serta toleransi, yang senantiasa hadir setiap kali bangsa menghadapi berbagai tantangan.
“Selamat kepada pengurus MUI yang baru dibentuk. Seluruh umat dan rakyat Indonesia menantikan pengabdianmu, dan berharap MUI tetap tegas,” ujar Presiden Prabowo.
Pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 tersebut dilakukan oleh Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar. Dalam rangkaian acara, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan membacakan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Nomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 tentang Susunan dan Personalia Dewan Pimpinan serta Pimpinan Dewan MUI masa khidmah 2025–2030 yang telah ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen MUI.
Acara pengukuhan juga dirangkaikan dengan Dzikir Bersama bertajuk “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden ke-10 Republik Indonesia Jusuf Kalla, para menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih, serta sekitar 58 ribu jemaah yang merupakan perwakilan MUI, pondok pesantren, dan majelis taklim se-Jabodetabek.












