Dikbud Sultra: Kasek Cabul di Buton Terancam Dipecat

Ilustrasi

Reporter : La Ode Ali

KENDARI, Rabu (08/03/2017) suaraindonesia-news.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal memberi sanksi tegas kepada kepala sekolah (Kasek) SMAN 1 Wolowa, Kabupaten Buton, Hamili atas dugaan pencabulan terhadap muridnya sendiri, jika hal itu  terbukti secara hukum.

“Sikap kita ada dua hal, pertama sisi hukum kita serahkan ke hukum dan kedua dari pembinaan kepegawaian kita akan lakukan pemecatan atau pergantian kasek kalau terbukti,” kata Kepala Dikbud Sultra, Damsid saat dihubungi melalui SMS, Rabu (08/03/2017).

Pihaknya juga sangat menyesalkan kelakuan kasek tersebut. Sebab sebagai pendidik seharusnya menjaga dan melindungi anak didiknya. Apalagi saat ini pendidikan mental dan karakter anak bangsa terus digalakkan oleh pemerintah pusat.

“Yang pasti kita sangat menyesalkan kelakuan kasek itu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Hamili yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan di Polsek Wolowa, Kecamatan Wolowa diduga mencabuli muridnya sendiri sebut saja Bunga (15) Siswi Kelas X disekolah tersebut saat jam mengajar berlangsung pada 10 Ferbuari 2017 dengan cara memegan kedua pipi korban dan menempelkan jidatnya (tersangka) ke jidat korban.

Atas perbuatannya, Hamili dijerat dengan Pasal 81 Juncto Pasal 76 ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here