Diduga Untuk Membeli Sabu, Pelaku Nekad Mencuri Udang di Pajak Ikan Langsa

Langsa-Aceh, Suara Indonesia-News.Com – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Pajak Ikan Langsa, ” Bentol Nurmansyah yang juga seorang mantan petinju asal aceh, setelah menerima laporan dari pedagang ikan yang katanya ada kehilangan udang tiger satu fiber (kotak box) hilang sekitar pukul 22.30 WIB senin malam dengan kerugian Rp 5 jt rupiah ” Ungkap Bentol yang dihimpun kejadian itu, Selasa (26/1).

Menurut Bentol, atas kejadian itu semua nama – nama si pelaku yang diduga mereka adalah pencandu narkoba untuk keperluan membeli sabu – sabu, sehingga pelakunya nekad mencuri udang tiger 110 kg sehingga  pemiliknya Marhaban, mengalami kerugian seharga udang 5 jt rupiah.

Adapun ke empat nama si pelaku pencurian udang tiger di dalam pasar ikan langsa, adalah warga Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, terbongkarnya nama mereka setelah menjual hasil curiannya di seputaran kota langsa yang kami dapatkan dilapangan.

Kronologis pencurian, kelompok tersebut mengambil kesempatan di saat penjaga malam tidak berada disekitar lokasi pasar. Maka kelengahan itu, langsung dimanfaatkan oleh empat pelaku sesuai nama nama mereka yang sudah kita ketahui agar menggantikan kerugian tersebut untuk pemilik barang bernama Marhaban.

Ketua PP Pajak Ikan Langsa, Bentol mengingatkan, sebelum nama – nama si pelaku di serahkan ke Polisi, maka dari itu dirinya mengambil kebijakan terbaik, dalam hal menyikapi kasus tersebut, dia berharap kesadaran mereka terlebih dahulu melakukan mupakat kekeluargaan demi penyelesaian ganti rugi sebelum kelompok itu diserahkan secara hukum ke pihak berwajib karena pencurian. Tegas Bentol.

Sementara disela sela pembicaraan Ketua PP Pajak Ikan Langsa, Bentol Nurmansyah, juga mendapat dukungan dari sejumlah pedagang ikan, seperti dikatakan M Idris, pajak sekarang ini telah banyak kemajuan dan bersih, setelah dilakukan pembenahan pasar oleh , Bentol Nurmansyah.

Dulunya di tempat ini digenangi air ikan, berlumpur dan becek, bahkan masyarakat saat itu enggan berbelanja ikan yang terpaksa angkat rok dan celana memasuki lokasi pajak, kami atas nama pedagang ikan selama ditertipkan sudah bejualan di bawah teras canovi.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here