Diduga Tak Kantongi Surat Kendaraan Resmi, Puluhan Truk Pasir Menepi Takut Terjaring Razia

Terlihat puluhan truk besar dan kecil menepi saat ada razia petugas kepolisian

LUMAJANG, Kamis (2 Nopember 2017) suaraindonesia-news.com – Takut terjaring razia petugas Satuan Lantas Polres Lumajang, para pengendara truk tronton menepikan armadanya menunggu berjam-jam sampai operasi razia yang digelar pindah tempat.

Tampak puluhan kendaraan roda enam dan roda sepuluh berhenti di tepi jalan guna menghindari razia polisi tersebut.

“Itu diduga, mereka tidak mengantong surat-surat izin yang resmi untuk pasir yang diangkutnya atau surat uji KIR atau masa berlaku STNK sudah waktu diperpanjang,” kata Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Hendry Ibnu Hendarto SH kepada media.

Kata Hendry, kepolisian memang akhir-akhir ini gencar melakukan razia guna kelengkapan surat-surat dan plat kenderaan demi ketertiban berlalu-lintas, apalagi saat ini ada gelaran Operasi Zebra Semeru 2017.

“Kalau ada sopir bilang… “Ayo berangkat sdh ngga ada operasi”, berarti benar itu terindikasi truk atau pasir yang diangkutnya bermasalah. Indikasi kuat berarti itu,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Tertibkan Izin Pertambangan, Pemkab Lumajang Ubah KK Jadi SKAB 

Kalau memang benar seperti itu, menurut mantan Kanit Laka Polrestabes Surabaya ini, kedepannya tetap akan tingkatkan dakgarnya.

“Jika benar begitu, makanya saya akan terus perintahkan jajaran untuk tetap dakgar truk pasir atau tebu atau muatan lainnya,” tambahnya.

Dan ditegaskan Kasat Lantas, memang kejadiannya biasanya begitu tiap ada razia gabungan.

“Bisa dipastikan truknya berhenti dan di tinggal sopirnya, waktu itu juga sudah kita amankan 2 truk dan diproses sama reskrim,” imbuhnya.

Salah seorang sopir truk pasir saat ditemui di lokasi, kepada wartawan mengatakan, kalau dirinya dengan sengaja berhenti jauh dari lokasi razia karena takut kena jaring.

“Ada razia polisi, mas. Takut terjaring makanya kita tunggu aja lah disini tunggu selesai razianya. Tadinya kita mau ke ngantar cepat-cepat tapi ya terhambat,” kata sopir yang enggan disebut namanya.

Pengendara truk lainnya, juga mengatakan hal yang sama. Sopir-sopir itu takut dijaring razia oleh petugas. Maka Ia berhenti di salah satu warung.

“Duduk-duduklah dulu di sini. Payah ntar itu. Kita tunggu ajalah di sini sambil ngopi-ngopi,” ucapnya.

Sebenarnya, kegiatan razia dilakukan untuk menciptakan ketertiban berlalu-lintas guna mengantisipasi kecurigaan sebagaimana informasi yang didapatkan seringkali sopir ini menggunakan STNK dan plat kenderaan tidak sesuai dengan keaslian pemiliknya atau uji KIR yang mati.

Harusnya, semua pemilik kenderaan kiranya sama-sama saling memahami akan pentingnya tertib berlalu-lintas demi kenyamanan pengendara itu sendiri di saat menikmati parjalanan.

Tertib berlalu-lintas perlu ditanamkan dengan melengkapi surat-surat kenderaan. Bila itu sudah dilengkapi maka dapat ditepis keraguan di saat menikmati perjalanan tidak akan muncul dan tentu kenyamanan pastinya sudah tercipta. (afu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here