Diduga Selewengkan DD Rp. 125 Juta, Mantan Kades Masuk Rutan Madaeng

oleh -19 views
Mantan Kades Edi saat akan dibawa ke Rutan Medaeng.

LUMAJANG, Rabu (15/7/2020) suaraindonesia-news.com – Akibat salah gunakan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2016 dan 2017, mantan Kepala Desa (Kades) Purorejo, Kecamatan Tempursari, dikirim ke Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng Surabaya, kemarin siang.

Dikirimnya mantan Kades tersebut, usai pihak kepolisian Resort Lumajang, melalui Unit Tipikor melimpahkan tersangka (mantan Kades Purorejo, Edi Sujarwo) beserta barang bukti terkait kasus dugaan korupsi ADD dan DD tersebut kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang.

Menurut Kasi Intel Kejari Lumajang, Ferdy Siswandana SH MH, kepada sejumlah awak media mengatakan kalau yang bersangkutan disangka telah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Ada sejumlah yang diduga dilakukan korupsi oleh mantan Kades Edi, diantaranya pembangunan jembatan, pembangunan tempat wisata, rehab rumah dinas, pembangunan posyandu, hingga pembanguan pintu gerbang kantor desa, pada tahun 2016 dan tahun 2017 lalu.

“Dalam pelaksanaan dan pengadaan barang dan jasa serta pertanggungjabawan belanja yang tidak sesuai ketentuan. Serta tim pelaksananya yang tidak sepenuhnya berfungsi sesuai ketentuannya,” terang Ferdy.

Dalam kasus tersebut, tercatat kerugian negara yang dilaporkan oleh pihak Polres Lumajang, mencapai Rp. 125 juta.

Saat itu, mantan Kades Purorejo tersebut langsung dibawa ke Surabaya, untuk selanjutnya ditahan di Rutan Kelas 1 Medaeng.

Hal itu kata Ferdy, dikarenakan efektivitas dan persidangan akan dilakukan di provinsi. Ditambah kapasitas di Lapas Lumajang yang sudah overload atau melebihi kapasitas.

“Untuk efektivitas dan mencegah adanya hal – hal yang tidak diinginkan bersama. Juga percepatan persidangan, sehingga memudahkan tugas kami dalam memproses hukum terdakwa,” ungkap Ferdy.

Ditanya adakah kemungkinan pengembangan dalam perkara ini, Ferdy menyebut masih akan melakukan koordinasi.

“Kalau memang dimungkinkan ada potensi orang – orang tertentu yang ikut terlibat, maka tidak menutup kemungkinan akan kita kembangkan proses hukumnya,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya, Unit Tipikor Satreskrim Polres Lumajang membenarkan adanya pelimpahan tersangka kepada pihak Kejari Lumajang.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *