Diduga Sarat Korupsi, Warga Minta Inspektorat Audit DD Tanoh Rata Kecamatan Peureulak

oleh -455 views
Foto: Kantor Keuchik Gampong Tanoh Rata, Kec. Peureulak, Kab. Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Senin (03/06) suaraindonesia-news.com – Dinilai tidak transparan, warga Desa Tanoh Rata, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur menuding pengelolaan Dana Desa (DD) sejak tahun 2023 yang diduga sarat penyimpangan dan penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh Kepala Desa/Keuchik.

Akibat pengelolaan DD diduga tidak transparan, kepercayaan sebagian besar masyarakat terhadap kades semakin luntur, bahkan masyarakat ogah untuk memilih anggota Tuha Peut Gampong (TPG) yang baru, padahal TPG yang lama telah berakhir masa jabatan pada bulan april lalu, sebelum keuchik menyampaikan Laporkan Pertanggung Jawaban (LPJ) DD 2023.

“Sebelum Keuchik mempertanggung jawabkan anggaran DD tahun 2023, masyarakat sepakat tidak mau memilih anggota TPG baru, itu sebagai bentuk protes kepada keuchik, ” ungkap seorang warga Tanoh Rata yang minta namanya tidak cantumkan.

Menurut sumber, warga mulai kehilangan kepercayaan kepada keuchik, apalagi keuchik telah melakukan manipulasi kwitansi terhadap laporan realisasi DD pada beberapa kegiatan.

“Warga mendengar langsung pengakuan dari kepala tukang dalam rapat, biaya tukang sebesar Rp.4 juta, sementara di kwitansi Rp. 6 juta,” tuturnya.

“Parah nya lagi, jumlah material tasirtu yang dilaporkan sebanyak 6 truck, padahal pengakuan sopir dumtruck material yang di order oleh keuchik hanya 4 truck, karena keuchik tidak jujur dan terbuka,” ungkapnya.

Selain itu kata warga, puluhan juta anggaran tahun 2023 tidak jelas penggunaannya.

Baca Juga: Dianggap Berbahaya, Dinas ESDM Aceh Minta Hentikan Pengeboran Minyak Secara Ilegal di Aceh Timur

“Ada sekitar 80 juta hasil keuntungan dari realisasi kegiatan fisik tahun 2023, tidak jelas penggunaan, bahkan dalam rapat umum di Meunasah beberapa waktu sempat alot, karena penjelasan keuchik berbelit belit,” kata warga kepada media ini. Sabtu (1/6).

Lanjut warga, sejak keuchik terpilih perangkat desa dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPk) hanya menjadi formalitas, karena semua pekerjaan dikelola oleh Keuchik sendiri.

“Mulai dari keuangan desa dikelola sendiri dan semua kegiatan diborong oleh Keuchik. Perangkat desa dan TPK hanya jadi penonton, jika ada perangkat desa yang komplain langsung di geser,” tandasnya.

Ia menambahkan, jika fungsi dan aturan pemerintahan gampong tidak berjalan, apalagi tanpa pengawasan, anggaran dikelola sesuka hati Keuchik.

“Contohnya saja, peserta yang ikut Bimtek ke Medan, yang di kirim oleh keuchik, warga yang baru mendaftar sebagai calon anggota TPG,” ujarnya.

“Jadi DD sangat rawan dari korupsi, jika aturan tidak berjalan serta tidak pengawasan,” cetusnya.

Untuk menjaga stabilitas sosial masyarakat dan menyelamatkan DD, masyarakat minta Pemerintah Aceh Timur khusus nya Inspekrorat untuk mengaudit Gampong Tanoh Rata.

“Kami semua masyarakat, berharap Pemkab Aceh Timur, Inspektorat dan jaksa atau Tipikor untuk audit DD yang di duga berpotensi korupsi,” harap Warga.

Sementara Azwal, Keuchik Gampong Tanoh Rata, saat di konfirmasi media ini Minggu (2/6) melalui chat WhatsApp terkait tudingan warga terhadap dugaan penyelewengan pengelolaan DD yang dilakukannya enggan hanya meminta waktu untuk duduk bersama namun ia tidak memastikan kapan bisa ditemui oleh wartawan.

“Watee na peuluweng watee, loen telpon droeneuh mangat loen peugah beu Abeh masalah gampong yg loen pimpin nyoe. (Saat ada waktu luang kita jumpa langsung sambil ngopi, supaya bisa menjelaskan langsung tentang desa saya),” balas Azwal dalam bahasa Aceh.

Reporter: Masri
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan