Diduga Pungli Dana Prona, Kades Kangayan Terancam Dilaporkan Warganya

Ilustrasi Prona

SUMENEP, Jumat (16/8/2019) suaraindonesia-news.com – Warga Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,
mengeluhkan aksi dugaan pungutan liar (pungli) pembuatan sertifikat gratis atau program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang dikenal Prona.

Diduga besaran pungli oleh oknum aparatur Desa sebesar Rp 500.000 per sertifikat, bahkan ada yang lebih. Menurut informasi warga yang meminta namanya tidak dicantumkan, dugaan pungli tersebut sudah berjalan sejak tahun 2018. Hingga sekarang diperkirakan sudah ada ratusan warga yang terkena dugaan pungli untuk menebus sertifikat prona.

Ia menuturkan, besaran biaya pembuatan sertifikat prona bervariatif. Di antara warga ada yang diminta Rp 500.000, bahkan ada juga yang dimintai lebih. Dugaan pungli tersebut mencuat di masyarakat, karena semula warga tidak mengetahui ada program prona yang menyatakan pembuatan sertifikat itu gratis.

“Warga baru mengetahui program Prona itu saat Presiden Joko Widodo kunjungan kerja ke sejumlah tempat beberapa bulan lalu. Waktu itu, Jokowi secara simbolis selalu membagikan bantuan sertifikat tanah gratis kepada ribuan warga. Dari situlah, akhirnya warga baru mengetahui bahwa pembuatan prona tersebut gratis tidak ada pungutan,” katanya kepada suaraindonesia-news.com, Jumat(16/08).

Meski begitu, warga sudah telanjur menyetorkan sejumlah uang ke oknum aparatur Desa. Tetapi sampai sekarang sertifikat prona masih ada juga yang belum diterima.

Menurutnya, warga sudah pernah menanyakan terkait dugaan pungli ke oknum Desa. Namun tidak pernah mendapatkan jawaban pasti dari oknum Desa.

“Warga sudah menyampaikan ke BPN, namun telah ditegaskan bahwa BPN tidak pernah memungut biaya,” katanya.

Dengan aksi dugaan pungli itu, pihaknya merasa dirugikan. Oleh karena itu, warga berencana akan melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumenep dengan harapan bisa diusut tuntas secara hukum.

“Kami merasa ditipu, jelas sekali ini merugikan kami. Untuk itu, kami akan membawa kasus ini ke jalur hukum agar kasusnya diusut sampai tuntas,” tukasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kepala Desa Kangayan terkesan menghindar, terbukti saat di hubungi selalu tidak merespon walau terdengar nada dering. Terakhir, sempat diangkat namun saat tau yang menghubunginya dari media, ia mengaku orang lain yang menerima.

“Maaf, ini darimana?, pak kades masih keluar nanti akan saya sampaikan,” katanya dengan nada seakan sengaja menghindar.

Hingga berita ini di tulis, belum ada tanggapan resmi dari Kades Kangayan, walau sudah berkali-kali hendak dikonfirmasi, namun kesan yang ada selalu menghindar, bahkan di hubungi melalui pesan singkatpun tidak pernah merespon.(Zain)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here