Diduga Pokir Siluman, Makanan Tambahan Diambang Expired Disalurkan ke Balita

oleh -296 views
Foto: Dokumen photo dari sumber informasi wartawan saat dilakukan bongkar barang yang diduga bahan makanan tambahan Balita di Kecamatan Muara, Kabupaten Aceh Utara.

ACEH UTARA, Jumat (25/11/2022) suaraindonesia-news.com – Diduga dua kecamatan di Kabupaten Aceh Utara mendapatkan bantuan pengadaan program makanan tambahan untuk pencegahan stunting. Dugaan kuat, pengadaan tersebut bersumber dari Pokir salah satu politisi partai politik yang bersumber dana dari Kementerian Kesehatan RI.

*Makanan Expired*

Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh wartawan, pada tanggal 16 November 2022 pekan lalu, satu truk barang bermuatan bahan konsumsi program makanan tambahan berlebel makanan tambahan BALITA bermuatan penuh memasukkan sejumlah makan jenis roti atau biskuit ke Kecamatan Muara Batu.

Makanan roti yang diproduksikan oleh PT. Vodco Prosper Mega asal Semedang, Jawa Barat dengan dengan nomor BPOM RI MD 862428001177, LPPOM 00050082760517 menerangkan tanggal kadaluarsa (Expired Date) 281120 5/ED 281122 atau akan kadaluarsa pada tanggal 28 November 2022 mendatang ini.

Terlihat dari informasi kemasan, produksi makan tersebut secara khusus untuk Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Ksehatan RI tahun 2020 lalu.

Hasil investigasi wartawan, sebanyak dua desa yang disalurkan langsung yaitu Desa Panigah dan Pinto Makmur Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.

*Tidak Melibatkan Dinas Kesehatan*

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Amir Sarifuddin, membenarkan adanya penyaluran makanan tambahan itu. Namun, penyaluran tersebut dilakukan tidak melibatkan pihak kesehatan setempat.

“Makanan ini disalurkan kedua kecamatan, yaitu Muara Batu dan Sawang,” katanya pada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/11).

“Makanan yang didistribusikan itu bukan bersumber dari program dinas, program tersebut dari Kementerian Kesehatan,” terang Amir Sarifuddin lebih lanjut.

Foto: Dokumen photo dari sumber informasi wartawan, terlihat sejumlah murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedang duduk bersama paket makanan tambahan.

Menurutnya, secara kedinasan pihaknya secara tegas telah melakukan evaluasi atas penyaluran bantuan tersebut dan miminta kepada Kepala Puskesmas terkait untuk mengkondisikan keadaan masyarakat yang mendapatkan bantuan makanan tambahan.

“Secara kedinasan sudah saya panggilkan Kapus semua dijajaran dinas kesehatan dan sudah kita informasikan kepada bina desa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi PMT tahun sekian-sekian itu, karena mau Expired,” jelasnya.

Ia mengakui, ada hal lain yang menyebabkan pihak dinas tidak bisa menarik kembali makanan yang telah dibagikan tersebut, karena bersifat politis.

“Kita telah meminta untuk menariknya dari masyarakat, kita juga telah berupaya menyampaikan kepada masyakarat untuk tidak mengkonsumsikannya, hal ini dilakukan oleh bidan desa yang bertugas di desa setempat,” imbuh Amir seraya mengatakan pihak dinas telah melakukan langkah cepat.

“Hari itu juga kita bertindak,” ucapnya menimpali.

Pihaknya juga mengaku tidak mengetahui program itu. Namun belakangan ia mendapatkan informasi tentang pengadaan makanan tambahan balita itu bersumber dari Kementerian.

“Saya tidak tau bagaimana program itu bisa disapprove ditingkat kementerian,” tukas Amir.

*Dugaan Program Gelap Para Mafia*

Ratusan paket makan yang disalurkan untuk anak bawah lima tahun (Balita) diduga dipasokkan oleh mafia proyek melalui Pokok Pikiran (Pokir) politis yang dilakukan secara tidak tanggung jawab, dimana ratusan paket tersebut disalurkan sekitar 12 hari saja jelang expired.

Dokumentasi wartawan menyebutkan, satu momen dimana para pelajar sederajat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedang didudukan secara berbaris dan teratur oleh pihak sekolah.

Tepat dihadapan mereka telah diletakan satu paket makanan tambahan sejenis kotak roti berwarna merah muda kombinasi merah dan tidak tampak jelas lebelnya, dipaket lainnya bersamaan diletakkan satu botol air mineral dan satu paket yang tampak seperti bubur dalam plastik kresek.

Salah satu sumber informasi terpecaya, kepada wartawan membeberkan tudingan, bahwa program terkait merupakan upaya individu salah satu politisi dengan dugaan mencari panggung.

Bahkan makanan kadaluarsa terkait disinyalir dilakukan untuk mendapatkan keuntungan besar dari pengadaaan barang dengan harga terendah, kendatipun makanan expired.

Ironisnya, ada kesan menakutkan dari pengadaan ini. Selain informasi yang tertutupi, pihak dinas pun enggan membicarakan siapakah ‘tuan’ pengadaan bahan makanan expired terkait.

Guna perkembangan informasi, wartawan mencoba menghubungi Kepala Puskesmas Muara Batu, Kabupaten Aceh, dr. Fauziah.

Melalui sambungan selularnya, Kapus Muara Batu membenarkan adanya aktifitas pekerjaan pengadaan PMT Balita untuk lintas sektornya.

“Bener, tapi saya langsung telp bapak Kapolsek untuk melarang penyaluran PMT itu,” katanya, seraya menambahkan, sebagian makanan berhasil disalurkan dan sebagian lainnya gagal diserahkan kepada Balita.

“Kami tidak tau harus menjelaskan siapa yang menyalurkan barang itu, kami tidak mengetahuinya, sempat sebelumnya dikabarkan oleh orang dari Muara Batu, yang bersangkutan juga melaporkan, barang itu diambang expired. Dan saya melarangnya untuk menyalurkan ke masyarakat,” tukas Fauziah.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak rekanan atau perseorang yang ditunjuk sebangai pelaku pengadaan barang dan jasa tersebut, belum berhasil dikonfirmasi wartawan. Sejauh ini, wartawan masih berupaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Reporter : Efendi Noerdin
Editor : M Hendra E
Publisher : Nurul Anam

Tinggalkan Balasan