ACEH TIMUR, Jumat (11/12/2020) suaraindonesia-news.com – Terdapat kurang lebih 580 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur kehilangan hak nya selama 4 bulan untuk memperoleh bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), hilangnya hak KPM uang sebesar Rp 200,000 perbulan di tarik kembali oleh Kementrian Sosial RI diperkirakan mencapai Rp 500 juta lebih. Namun ketika di konfirmasi ke pihak BRI, Korda dan Dinsos tidak mendapatkan jawaban yang jelas penyebab hilangnya ratusan bansos milik keluarga miskin di Kecamatan Madat.
BPNT terhadap 580 KPM di Kecamatan Madat untuk bulan Juni – Oktober 2020, tidak bisa ditarik lagi karena pihak Kemensos telah menarik kembali uang tersebut, hanya bulan November yang diterima oleh KPM, sementara yang akan disalurkan untuk keluarga miskin, kehilangan saldo dalam rekening milik 580 KPM, kuat dugaan terjadi kelalaian pihak petugas BRI dan Dinsos.
Samsul Azhar (48) Mantan Keuchik Gp Lueng Sa, sangat menyesalkan atas kehilangan hak keluarga miskin memperoleh BPNT sekitar 580 KPM selama 4 bulan.
Menurut Samsul Azhar, KPM gagal menerima BPNT selama 4 bulan karena kelalaian pihak BRI, disebabkan berakhir batas penarikan(deadline) yang telah ditentukan.
“Ini mutlak kesalahan pihak penyalur(BRI) karena tidak memberitahukan kepada KPM terkait adanya bantuan sosial yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat berupa BPNT, sebab 500 KPM ini merupakan KPM baru yang masuk dalam DTKS(Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) tahun 2020,” beber Samsul Azhar.
Samsul Azhar menegaskan, BRI selaku penyalur BPNT yang dipercayakan oleh Pemerintah harus bertanggung atas kehilangan hak keluarga miskin.
“BRI harus bertanggung jawab dalam hal ini, itu hak keluarga miskin, bagi keluarga miskin bantuan itu sangat berarti, kelalaian BRI sangat merugikan masyarakat miskin,” cetus Samsul Azhar.
TKSK Madat Muzakir saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa ada 580 KPM di Kecamatan Madat kehilangan bantuan BPNT selama 4 bulan, saat membawa pada hari Senin 09/12 November, kata petugas BRI Unit Lhoknibong saldo rekening KPM telah kosong sejak hari Jumat tanggal (06/11).
“Saldo Rekening nya sudah kosong terhadap 580 KPM, padahal berkas kelengkapan data lebih duluan Madat, namun sampai saat ini belum ada kejelasan,” kata Muzakir.
Kepala BRI Unit Pante Bidari, Fakhrurazi saat ditemui media ini mengatakan bahwa BRI hanya sebagai penyalur, bila sudah lengkap data, kita langsung salurkan.
“Jadi BRI tidak lalai, cuma yang lebih tau ditanyakan ke BRI Cabang Langsa,” ujar Fakhrurazi.
Yang melakukan kordinasi BRI Langsa dengan pihak Dinsos, jelasnya.
Korda BPNT Aceh Timur Kemensos RI Sulis mengatakan diri nya belum mendapatkan laporan terkait adanya bantuan BPNT yang hilang saldonya.
“Saya gak tau masalah itu, karena belum ada laporan, jika ada masalah silahkan bawa data, supaya bisa di cek penyebab hilang nya saldo penerima BPNT,” ujarnya.
Kadis Sosial Aceh Timur, Elfiandi saat ditemui diruang kerja nya Jumat 11/12 di Pusat Pemerintah Aceh Timur mengatakan hilang nya penerima bansos BPNT yang lebih tau secara teknis TKSK, Korda dan Bank. Sedangkan Dinsos hanya sebagai pelaporan.
Masalah BPNT yang hilang itu yang lebih tau secara teknis TKSK, KORDA dan BRI selaku Bank penyalur, Dinsos hanya pelaporan saja, ujar Elfiandi.
Dikatakan nya, jika data sudah lengkap tapi belum disalurkan, sedangkan masa nya sudah jatuh tempo berarti pihak Bank yang salah, pungkas Elfiandi.
Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Ela












