Diduga Karena Arus Listrik Bocor, Gudang Pabrik Furniture PT Jawa Lily Probolinggo Terbakar

oleh -153 views
Gudang-C pabrik forniture PT Jawa Lily Probolinggo saat terbakar.

PROBOLINGGO, Rabu (04/11/2020) suaraindonesia-news.com – Kebakaran gudang-C bagian finishing pabrik Furniture PT Jawa Lily yang berlokasi di jalan Raya Sukapura Desa Sepohgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada 30 September 2020 lalu menurut keterangan polisi penyebabnya karena adanya kebocoran arus listrik.

Peristiwa kebakaran yang mengakibatkan dua orang karyawati bagian finishing, yakni Hosriati, alamat Dusun Sukun RT.001/RW.014 Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo dan Nurhofifah, alamat Dusun Pelampe’an RT.030/RW.005 Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ini meninggal dunia karena terbakar itu penyebabnya karena kebocoran arus listrik pada sambungan kabel power emergency.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kanit Tipidkor Polres Probolinggo Kota Iptu Joko saat konferensi Pers bersama sejumalah awak media di Mapolsek Wonomerto, Polres Probolinggo Kota, Rabu (4/11) sore.

Terkait peristiwa kebakaran gudang pabrik furniture PT Jawa Lily di Desa Sepohgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo pada hari Rabu 30 September 2020, Iptu Joko mengungkapkan, bahwa pihaknya setelah melakukan serangkaian penyelidikan serta melakukan penyidikan dan sudah mendatangkan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melakukan oleh TKP dengan memberikan keterangan ahli, dan penyidikan sudah dilakukan secara maksimal, juga dari serangkaian pemeriksaan saksi, dari Labfor dan fakta-fakta yang ditemukan dalam proses penyidikan, selanjutnya akan melakukan gelar perkara.

“Jadi dari hasil penyidikan yang kita peroleh yang didapat dari keterangan para saksi, fakta yang ada dalam penyidikan maupun hasil pemeriksaan Labfor, bahwa kebakaran gudang-C pabrik furniture PT Jawa Lily ini penyebabnya adalah kebocoran arus listrik pada sambungan kabel power emergency,” kata Iptu Joko.

Artinya, lanjut Joko, bahwa dapat disimpulkan dengan keterangan para saksi dan fakta-fakta dalam penyelidikan tidak ditemukan adanya kelalaian atau kesengajaan. Sederhananya bisa kita katakan sebagai musibah.

“Murni musibah bukan karena lalai ataupun kesengajaan,” jelas Joko.

“Namun, tetap kita proses demi kepastian hukum. Tetap kita lakukan gelar perkara dengan melibatkan Kapolsek dan para penyidik untuk memberikan kepastian hukum,” imbuhnya.

Reporter : Singgih Widjanarko.
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan