IMG 20170416 205439

Diduga Frustasi, Warga Blora Gantung Diri

Reporter: Lukman

Blora, Minggu (16/4/2017) suaraindonesia-news.com – Diduga frustasi karena penyakitnya tak kunjung sembuh, seorang kakek di Dukuh Patinan RT 1 RW 5, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Minggu (16/4/17) pagi.

Korban ditemukan istrinya saat menghitung persediaan air di jerigen di dapur rumahnya. Korban diketahui bernama Rahman (80) yang sudah menderita sakit linu di kaki selama bertahun-tahun.

Menurut penuturan Sarmi (75), istri korban, sekitar pukul 05.30 WIB, saat sedang menghitung persediaan air yang tersipan di dalam jerigen dapur rumah. Dirinya melihat kaki korban dalam posisi membungkuk dan kemudian memanggil korban, akan tetapi tetapi tidak dijawab.

Karena tidak ada jawaban Saksi 1 (Sarmi) berdiri dan mendapati korban telah tergantung dengan seutas tali pastik warhna biru. Dengan terkejut Sarmi (saksi 1) berteriak meminta tolong ke tetangga rumahnya.

Simah (35) tetangga korban yang mendengar teriakannya langsung bergegas menuju rumah korban sambil mengajak beberapa tetangga yang lain yakni Kemi (33), dan Sarijan (50).

“Setelah saya mendengar teriakannya, saya bersama tetangga yang lain langsung kesini,” kata Simah.

Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Jepon, Mendapatkan laporan tersebut, petugas Kepolisian bersama tim Medis Puskesman Jepon langsung datang ke lokasi kejadian untuk memeriksa korban. Dari lokasi kejadian, disita tali yang dipergunakan untuk gantung diri.

”Setelah mendapat laporan, kami langsung menuju lokasi untuk memeriksa korban,” jelas Kapolsek Jepon  AKP Sutarjo.

Dari hasil pemeriksaan korban, didapati lidah menjulur, kemaluan mengeluarkan sperma, tidak ditemukan kotoran pada anus dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

“Karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, jenasah korban kami serahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan. Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya karena frustasi menderita penyakit menahun,” pungkasnya