Diduga Diterkam Buaya, Seorang Pria Lenyap Diatas Kapal Klotok

oleh -297 views
Foto: Tim Rescue Basarnas Balikpapan mulai melakukan pencarian korban di perairan Balikpapan.

BALIKPAPAN, Kamis, (27/6) suaraindonesia-news.com – Seorang pria diketahui bernama Mukhlis (49) warga Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan hilang diduga diterkam buaya di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur saat perjalanan menggunakan kapal klotok dari Pelabuhan Perung menuju Pulau Balang, Kamis, (27/6).

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan Endrow Sasmita membenarkan peristiwa tersebut.

“Ya, benar, kami terima informasi 1 orang bernama Mukhlis diduga diterkam buaya di perairan Jembatan Pulau Balang pada hari ini pukul 12.25 Wita,” ujar Endrow.

Saat ini, kata dia, Tim Rescue Basarnas Balikpapan yang berjumlah 5 orang langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan unsur terkait.

Baca Juga: Pasca Putusan MK Kabulkan Gugatan Demokrat, KPU Balikpapan Lakukan Penghitungan Ulang Surat Suara Pileg 2024 di 25 TPS

“Menurut laporan dari saksi bahwa titik diduga hilangnya korban berada di Perairan Jembatan Pulau Balang dengan posisi koordinat 1° 6’36.81″S-116°43’49.51″E,” ungkapnya.

Endrow menjelaskan, hilangnya korban saat bersama tiga orang rekannya sedang mengangkut sembako menggunakan kapal klotok dari Pelabuhan Perung menuju perusahaan-perusahaan di sekitar Jembatan Pulau Balang.

Dalam perjalanan itu, korban yang sebelumnya duduk dibagian buritan sudah tidak nampak lagi atau lenyap seketika.

Baca Juga: Mutasi Polri, Wakapolda Kaltim Bergeser ke Polda Metro Jaya

“Rekan korban kemudian menghentikan klotok untuk mencari Mukhlis (korban), namun hanya menemukan sepatu korban yang mengambang, dan terdapat pusaran air di sekitar lokasi yang dicurigai tempat hilangnya korban. Hingga saat ini korban masih dalam pencarian,” terangnya.

“Tim Rescue Basarnas Balikpapan langsung melaksanakan pencarian. Di hari pertama ini kami gunakan kapal KN SAR 408 dan peralatan pendukung lainnya seperti drone thermal dan Aqua Eye,” tutur Endrow.

Reporter: Fauzi
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan