Diduga Dimark Up, Pekerjaan Jalan Rabat Beton Desa Kiajaran Kulon Tak Sesuai Bistek

oleh
Pekerjaan jalan Rabat Beton Desa Kiajaran Kulon yang diduga dikerjakan tidak sesuai bistek.

INDRAMAYU, Minggu (5/1/2020) suaraindonesia-news.com – Pekerjaan jalan Rabat Beton blok Pelabuhan Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diduga kuat di Mark Up sehingga diduga tidak sesuai bistek.

Pasalnya, pekerjaan jalan tersebut saat pelaksanaan pekerjaan tanah yang berlokasi disamping jalan untuk pemasangan bagesting digali sehingga bagesting yang dipasang disamping jalan terpendam dan otomatis ketebalan ditengah badan jalan berkurang, kuat dugaan volume ketebalan cor beton ditengah jalan dikurangi. Pernyataan tersebut disampaikan Dulbari, Korcam Pasekan LSM IK (Inovasi Kemasalahatan).

Ia menjelaskan bahwa, penggalian tanah disamping jalan terlihat begitu dalam diperkirakan kurang lebih 5 Cm dan tampak terlihat tanah yang sudah datar namun digali, sehingga kuat dugaan pekerjaan Rabat Beton Desa Kiajaran Kulon tersebut di Mark Up.

“Kalau menurut kepala Desa Kiajaran Kulon nanti disesuaikan dengan tambahan jumlah lebar, dan panjang sehingga jumlah volume sesuai gambaran awal. Mari kita sama-sama lihat gambarnya, tinggal dihitung satu mobil molen cor beton berapa meter hasilnya? ketebalan tengah dan samping berapa, panjang dan lebarnya berapa terus kita hitung,” tegasnya.

Dulbari meminta kepada pihak terkait, seperti Inspektorat, Kejaksaan Negeri Indramayu maupun dari Tipikor untuk mengusut pekerjaan Rabat Beton Desa Kiajaran Kulon yang diduga asal jadi tersebut, yang menelan anggaran ratusan juta rupiah.

“Pekerjaan Rabat Beton Desa Kiajaran Kidul blok pelabuhan ini menelan anggaran ratusan juta rupiah dari Dana Desa (DD) tahun 2019, dan diduga dikerjakan asal jadi,” tuturnya.

Sementata menurut Kartiman, TPK Desa Kiajaran Kulon saat dikonfirmasi mengatakan, tanah yang digali disamping jalan tersebut untuk menjaga kemiringan tanah, bukti nya kata dia, yang datar pun di ginjal supaya begisting rata, dan yang bekerja penduduk setempat.

“Kami tidak ada niat curang kami ingin membangun. Kalau jalan yang di sawah itu lebar nya lebih dari 2 meter dan kedalaman nya pun lebih dari 12 Cm,” katanya.

Sementara Abu Darda selaku kepala Desa Kiajaran Kulon menjelaskan bahwa, terkait penggalian tanah disamping jalan kemungkinan ada tambahan dalam kondisi tertentu karena TPK mengacu pada volume.

“Adapun kemiringan dan ketinggian yang kurang nanti bisa disesuaikan dengan tambahan jumlah lebar dan panjang sehingga jumlah volume sesuai dengan gambaran awal,” ujar Abu Darda.

Reporter : Sono
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *