Berita UtamaHukumPemerintahan

Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Warga Ragukan Kualitas Proyek Jalan Aspal Kuta Binjei – Alue Ie Mirah

Avatar of admin
×

Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Warga Ragukan Kualitas Proyek Jalan Aspal Kuta Binjei – Alue Ie Mirah

Sebarkan artikel ini
IMG 20241224 202504
Foto : Plang Proyek jalan aspal yang dibangun di Desa Blang Jambe, dari Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2024.

ACEH TIMUR, Selasa (24/12) suarainsonesia-news.com – Masyarakat meragukan kualitas Proyek Pengaspalan Jalan Kuta Blnjai- Alue Ie Mirah tahun 2024, tepatnya di Desa Blang Jambee, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, proyek dengan volume 1,5 km tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) dengan nilai kontrak Rp.7,9 milyar.

Tokoh masyarakat setempat Burhanuddin, mengaku meragukan kualitas proyek jalan yang dikerjakan oleh CV. AW Generation selaku pemenang tender. Hal itu dikarenakan material agrerat yang digunakan banyak kandungan tanah serta minim batu pecah.

“Sekilas dilihat material bes A dan B yang digunakan banyak kandungan tanah, serta banyak batu bulat hanya sedikit batu pecah,” ujar Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin yang juga Ketua Tuha Peut Gampong (TPG) Desa Blang Jambee, jika jalan tersebut dikerjakan asal-asalan tak sesuai spek di khawatirkan setahun digunakan jalan tersebut kembali rusak.

“Kalau dibangun asal-asalan tak lama nanti jalan kembali rusak, yang rugi kami masyarakat,”cetusnya.

Ia berharap pihak perusahaan jangan hanya memikirkan keuntungan banyak, sehingga membangun jalan asal jadi, yang rugi masyarakat.

“Pihak perusahaan jangan hanya memikirkan keuntungan banyak, sehingga mengurangi kualitas jalan,” kata nya.

Hal senada juga disampaikan pemuda Julok Riski, dugaan rendah nya kualitas pekerjaan jalan aspal yang dibangun oleh CV AW Generation, mempertanyakan tanggung jawab PPTK (Pejabatan Pelaksanaan Teknis Kegiatan) Dinas PUPR Kabupaten Aceh Timur dan Konsultan Pengawas dari CV. Figen.

“Jadi keberadaan PPTK dan Konsultan Pengawas dimana tanggung jawab mereka dalam mengawasi pekerjaan, atau mereka tidak pernah turun ke lokasi,” tandas Riski.

Pantauan media ini, progres pekerjaan pengaspalan jalan kuta binjei – Alue Ie Mirah masih dalam proses pemadatan agrerat A, sementara sisa masa kontrak 6 hari lagi, yang akan berakhir 31 Desember.

Media ini mencoba untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak rekanan, maupun Dinas PUPR Aceh Timur, namun hingga saat ini kesulitan mendapatkan akses dengan pihak terkait.