Diduga di Atas Tanah Rawa, Sejumlah Rumah Kaum Dhuafa Mulai Miring

Kondisi rumah RSS untuk kaum dhuafa di Dusun Cumancang Desa Babah Lhung Kecamatan Blangpidie dibangun di lahan yang diduga tidak stabil.

Reporter : Nazli MD

Blangpidie-Abdya, Suara Indonesia-News.Com – Sejumlah Rumah Sehat Sederhana (RSS) di Dusun Cumancang, Desa Babah Lhung, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang diperuntukkan kepada kaum dhuafa tidak layak huni.

Pasalnya, kondisi tanah dilokasi pembangunan rumah tersebut tidak stabil dan berada ditanah rawa-rawa.

Pantauan awak media, akibat lokasi tanah yang tidak stabil tersebut sejumlah unit RSS tersebut banyak yang sudah miring diduga termakan tanah, selain itu juga banyak rumah yang sudah tertimbun material jalan yang lebih tinggi dari pondasi rumah.

Selain itu, lokasi perumahan yang sudah siap untuk ditempati itu masih dalam kondisi yang cukup jorok dengan semak-belukar ditambah belum adanya aliran listrik dan air bersih.

Terkait kondisi tersebut, Kepala Desa Babah Lhung Tgk Fakhrizal kepada suara indonesia mengakui, dalam proses pembangunan maupun penentuan lokasi dikawasan bendungan irigasi itu pihaknya tidak dilibatkan.

“Jangankan untuk berkoordinasi ditanya tentang layak atau tidaknya lokasi pembangunan RSS itu tidak ada, malah kami bersama aparatur gampong terkejut ketika rekanan melapor ada komplek perumahan di lokasi itu,”aku Fakhrizal.

Selain tidak  ada koordinasi tentang pembangunan, lanjut Fakhrizal, pembebasan lahan yang milik masyarakat itupun tidak melibatkan pihak aparatur gampong.

”Aparatur gampong hanya dilibatkan pada saat pembukaan jalan menuju komplek perumah itu,”terangnya.

Lebih lanjut disebutkan, keberadaan komplek perumahan RSS tersebut diakui juga menambah beban bagi aparatur gampong, penyebabnya semenjak rumah tersebut selesai dibangun banyak masyarakat gampong setempat yang mendatangi aparatur gampong untuk meminta jatah.

“Setelah rumah itu ada, kami hampir setiap hari kedatangan masyarakat mempertanyakan untuk siapa rumah tersebut, kami hanya bisa menjawab itu urusan dinas karena tidak ada koordinasi nya kita,”pungkas Fakhrizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Ketenaga Kerjaan Tranmigrasi (Disosnakertran) Abdya, H Nazaruddin SPd ketika dimintai keterangan terkait kondisi rumah itu mengakui, pihaknya belum mendapatkan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Abdya.

”Belum kita dapatkan laporan dari pihak PU,”aku Nazar.

Nazar melanjutkan, malah pihaknya tidak tau keberadaan perumahan tersebut diperuntukkan untuk siapa dan pada tahun berapa, namun Nazar menyebutkan kemungkinan rumah tersebut diperuntukkan pada tahun 2016 ini.

Terkait kondisi tersebut, Kepala DPU Abdya, Rahwadi ST mengakui, sewaktu peninjauan lokasi itu masih layak dan tidak ada kendala, namun jika kini telah miring akibat tanah yang tidak stabil, dia mengakui mungkin saja diakibatkan bencana.

Namun Rahwadi menengaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi, bila memang ditemukan adanya unit rumah yang tidak layak tersebut pihaknya akan melakukan langkah-langkah penanggulangan.

Pada kesempatan tersebut, Rahwadi mengakui, perumahan untuk kaum dhuafa tersebut sudah diserahkan wewenanganya kepada Dinsosnaker Abdya.

”Rumah tersebut sudah kita serahkan kepada pihak berwenang dalam hal pembagian, kita hanya bertugas membangun,”tuntasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here