Reporter : Adi Wiyono
Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Adanya sejumlah makanan ringan dan jajanan sekolah di kota Batu yang diduga mengandung bahan berbahaya, Tim Gabungan dari Disperindag kota Batu, Dinkes Kota Batu dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung melakukan inspensi mendadak (sidak) ke sejumlah kantin sekolah di kota Batu dan warung-warung makanan di sekitar sekolahan.
Dalam sidak ini petugas mengambil sejumlah sampel makanan yang di duga mengandung bahan berbahaya jika di konsumsi
Dalam sidak ini tim memeriksa makanan dan minuman yang di jual belikan kepada para pelajar di sekolah ini dan selain itu petugas juga melakukan pemeriksaan tanggal kedaluarsa makan dan minuman yang di jual
Menanggapi tentang adanya sidak ini, Rossa salah satu penjual makanan dan minuman di kantin SMP Kresten widyatama kota Batu mengaku tidak keberatan dengan adanya sidak dari tim gabungan yang datang ke tempat berjualanya.
“Kami lebih senang jika disidak seperti ini, kalau ada makanan yang berbahaya silahkan untuk diamankan , kami sangat berharap makanan yang kami jual itu itu benar –benar aman dan bergizi” Rossa, Jumat (4/3/2016).
Terkait makanan yang di jualnya di tempat ini, Rossa mengaku jika semua makanan dan minumanya tidak ada yang kedaluarsa pasalnya jika sudah kedaluarsa atau tidak layak pihaknya akan mengembalikan kepada distributornya.
Usai melakukan sidak di SMPK Widyatama Tim Gabungan terus melakukan Sidak ke kantin SDN Ngagglik kota Batu, bahkan dalam sidak ini, tim gabungan juga memeriksa makanan para pedagang yang mangkal di luar sekolah
Susilo Trimulyo Kepala Bidang perdagangan Disperindag kota Batu menyatakan jika sidak ini untuk menindaklajuti temuan sebelumnya di sejumlah sekolah di kota Batu. Jika banyak makanan yang di jual mengandung bahan berbahaya seperi borak, pewarna kain dan zat –zat berbahaya lainya,
Sedangkan terkait sampel makanan yang di ambil rencananya akan di lakukan pemeriksaan di laboratorium untuk di ketahui kandungan bahannya apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak.
“Sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut program pemerintah yaitu Gerakan menuju pangan jajanan anak sekolah yang aman bermutu dan bergizi, selain itu adanya dugaan jajanan sekolah terutama makanan ringan banyak yang diduga mengandung bahan berbahaya,” kata dia.
Menurutnya makan ringan yang dimaksud berbahaya adalah, krupuk rambak, kripik bawang, kripik tempe, jelly dan sejumlah makanan kering lainnya diduga banyak mengandung bahan berbahaya seperti borax, formalin, kesemuanya itu makanan produk local.












