Diduga Alami Gangguan Jiwa, Anak Kandung Bacok Ayah Hingga Sekarat

oleh -850 views
Abdullah Chaniago (90) sekarat akibat dibacok anak kandungnya bernama Amran (45) warga Blok I, Gang Pancasila, Dusun IV, Desa Dalu Sepuluh A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (18/4/2021) sekitar pukul.19.30 WIB. (Foto: M. Habil Syah/SI).

DELI SERDANG, Senin(19/04/2021) suaraindonesia-news.com – Abdullah Chaniago (90) sekarat akibat dibacok anak kandungnya bernama Amran (45) warga Blok I, Gang Pancasila, Dusun IV, Desa Dalu Sepuluh A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (18/4/2021) sekitar pukul.19.30 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, Abdullah terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Grendmed di Lubuk Pakam karena mengalami luka dikepalanya akibat dibacok anaknya.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad Firdaus SIK, MH, ketika dikonfirmasi, Senin (19/4/2021) siang, mengatakan, menurut keterangan dari warga setempat bahwa Amran sudah lama mengalami gangguan jiwa dan dikuatkan oleh Fasilitator SLRT Dinas Sosial Deli Serdang atas nama Indra bahwa pelaku pernah dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa pada tahun 2018 yang lalu.

“Saat ini Amran dibawa ke RSUD Deli Serdang karena mengalami luka-luka dikepala akibat lemparan batu dan pukulan dari massa. Sedangkan, Abdullah Chaniago dalam perawatan di Rumah Sakit Grenmed Lubuk Pakam mengalami luka bacok dikepala,” terang Kasat Reskrim.

Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Morawa, membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, serta mengamankan pelaku dari amukkan massa dan membawa berobat akibat luka yang dideritanya dari lemparan dan pukulan dari massa serta berkoordinasi dengan Pihak Dinas terkait sehubungan dengan tindak lanjut terhadap pelaku, sebab pelaku mengalami gangguan jiwa.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad Firdaus SIK, MH, menyebutkan, jika pelaku sudah diamankan di Polresta Deli Serdang.

“Memang ada informasi awal jika pelaku mengalami gangguan jiwa, tapi untuk memastikannya kita harus memeriksa keluarganya apakah memang pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak. Soal motifnya masih didalami,” tutupnya.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *