Diduga Akibat Debu, Puluhan Dump Truk Transportasi Umum Terganggu - Suara Indonesia

Diduga Akibat Debu, Puluhan Dump Truk Transportasi Umum Terganggu

Avatar of admin
×

Diduga Akibat Debu, Puluhan Dump Truk Transportasi Umum Terganggu

Sebarkan artikel ini
IMG 20170318 061915
Terlihat hilir - mudik Dump Truk sedang mengangkut materian (tanah timbun) penyelesaian jalan elak kuala langsa, Kamis (16/3/2017).

Reporter : Rusdi Hanafiah

LANGSA ACEH, Jum’at (17/3/2017) suaraindonesia-news.com. Puluhan Dump Truk asal proyek galian C untuk penimbunan jalan elak di Kuala Langsa yang diangkut dari Kecamatan Bierem Bayeun, Aceh Timur, di duga akibat debu jalan tersebut sehingga lalulintas umum di lintasan jalan itu terganggu.

Pernyataan tersebut dikatakan Mustafa Adami, Ketua LSM Katalis Kota Langsa, Kamis (16/3/2017).

Menurutnya, pasca debu penimbunan jalan elak yang diangkut puluhan Dump Truk setiap harinya agar tidak menimbulkan keresahan penduduk karena debu berterbangan pihak rekanan untuk melakukan penyiraman air, Ujarnya.

“Agar tidak menimbulkan debu jalan, pengelola proyek yang sedang menyelesaikan pekerjaan mereka seharusnya memberikan penyiraman air di badan jalan, hal itu demi melindungi kesehatan rumah penduduk yang ditempati masyarakat di sekitar lokasi penimbunan,” Pintanya.

Sementara, terkait debu jalan yang berterbangan kerumah penduduk, Win yapengelola lapangan Proyek Galian C, yang menyediakan lokasi pengerokan tanah bukit, saat dikunjungi oleh sejumlah Wartawan di Gampong Paya Pelawi, Kecamatan Bierem Bayeun, dirinya menjelaskan pengerokan tanah bukit yang diangkut 94 Dump Truk perharinya adalah untuk keperluan penimbunan jalan Negara mulai batas Gampong Alur Dua Kecamatan Bierem Puntung, Matang Seulimeng, Gampong Alur Pinang Kecamatan Langsa Timur, Katanya.

Menurutnya, Proyek ini adalah milik Pangdam dan Polda Aceh, sekarang dikerjakan oleh PT Cipuga Perkasa dengan sumber dana dari Jokowi. Sebesar 263 milyar rupiah, begitu juga akan dibangunnya jembatan dilintasan jalan elak kuala langsa akan memerlukan biaya sebesar 2,4 Triliun, jelasnya dihadapan wartawan.

“Ini adalah proyek BUMN milik Negara untuk jalan elak Kuala Langsa yang diperlukan tanah timbun sebanyak 6000 Dump Truk dari batas Gampong Bierem Puntung, Matang Seulimeng hingga batas Alur Pinang, Kecamatan Langsa Timur,” tetangnya.

Begitu disinggung adanya keluhan masyarakat akibat debu sepanjang jalan, itu tidak benar, bahkan selama ini tidak ada protes apapun dari masyarakat, karena sudah turun tim Polres Langsa memberi himbauan terhadap masyarakat agar memakluminya, terkait adanya proyek Galiance dikerjakan selama ini untuk pembuatan jalan negara yang di timbun sekitar jalan kuala langsa. Pungkas Win.