Dibalik Besarnya TRC PA, Ada Pesan Arist Merdeka Sirait Untuk Kornas TRC PA

oleh -49 views
Arist Merdeka Sirait Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Bersama Rusmini Supriadi, Kornas TRC PA.

JAKARTA, Sabtu (7/3/2020) suaraindonesia-news.com – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) merupakan Yayasan mandiri yang selama ini inten memperjuangkan hak – hak anak Indonesia.

Tunas – tunas TRC PA sudah ada sejak 2015 lalu, saat dunia di hebohkan dengan munculnya kasus pembunuhan balita “Angelina” oleh ibu angkatnya warga Negara Australia di Kuta, Bali (2015).

Dibalik terkenalnya TRC PA yang kini meluas hampir di 20 Provinsi, tak terlepas dari perjuangan seorang tokoh pejuang anak yang terkenal yakni Arist Merdeka Siraid, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Mengapa demikian, karena dalam perjuangan Komnas PA kala itu, pria yang di kenal dengan sapaan Opung Arist selalu didampingi oleh sosok periang, seorang perempuan muda yang energik yakni Rusmini Supriadi yang kini akrab di sapa Bunda Naumi.

Kepada Naumi, sejak lama Arist Merdeka Sirait sempat bilang “Naumi, suatu hari kamu akan jadi Ketua Nasional dari semua perjuanganmu untuk Komnas PA”.

“Sebagai orang yang di percaya jadi asisten dan selalu ada disebelah Arist Merdeka Sirait, saya selalu setia mendampingi setiap pergerakannya, saya selalu menjaga kesehatan Opung Arist,” tutur Naumi.

Kepada Wartawan, Naumi menceritakan Opung Arist (Kakek) sebagai pejuang anak yang tak pernah menyerah, Opung punya prinsip yang kuat dan teguh pendirian, setiap harinya ia mengaku mendapat pelajaran kedisiplinan dari Opung.

“Saya di tuntut selalu siaga dan taat perintah. Saya tau jadwal kemana Opung kegiatan tiap harinya, saya selalu menyiapkan apa yang di butuhkan, termasuk jadwal makan Opung,” cerita Naumi.

Namun lanjut Naumi, setelah itu Opung sakit dan operasi jantung tak lama setelah ditangani kasus pembunuhan anak di Riau. Sejak itu Opung mulai kurang aktif dalam kegiatan lapangan.

“Opung sejak itu rajin chek up dan infus, saat itu saya sebagai istri Bupati di luar Jawa, berbarengan Rakornas Komnas PA yang hampir dibatalkan karena tak ada dana,” tutur Naumi.

“Saya tetap bilang jangan di batalkan Opung, demi anak – anak Indonesia tetap laksanakan, Opung sempat tanya dari mana uangnya Naumi? siap opung saya carikan, dan Alhamdulillah akhirnya Rakornaa tetap terlaksana,” terang Naumi.

Lanjut Naumi, Rakornas Komnas PA saat itu berjalan lancar dihadiri banyak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan suatu hari Opung Arist mengajaknya untuk melegalkan TRC PA.

“TRC PA kita inilah yang di maksud Opung, dan kini TRC PA tumbuh dan berkembang hampir di 20 Provinsi berkat perjuangan kita semua, walau harus jatuh – bangun perjalanan yang kita lalui,”
Tutup Naumi.

Reporter : Trisula/Dayat
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *