Dianiaya Suami Ibu Muda Beranak Satu Lapor Polisi

Yeni Oktraiana (35) korban KDRT dengan menggendong putrinya saat lapor ke SPK Polres Probolinggo Kota. (Singgih).

Reporter : Singgih

Probolinggo, Suara Indonesia-News.Com – Yeni Oktriana (35) seorang ibu rumah tangga beranak satu, Sabtu (02/1/16) sekira jam 20.30 sambil menggendong anaknya yang masih balita, dengan kondisi, bibir bengkak, dagu sebelah kanan sobek dan hidung berdarah – darah datang ke SPK Polres Probolinggo Kota melapor telah dianiaya suaminya dirumah kos – kosannya di jalan S.Parman, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Kepada Suara Indonesia.News.Com korban mengaku bekerja di PT. Eratek Jaya, dan menjalani hidup berumah tangga dengan suaminya sudah berjalan selama dua tahun enam bulan dan sudah dikaruniai seorang putri, sekarang berusia dua tahun empat bulan.

Korban mengatakan, selama hidup berumah tangga, suaminya jarang pulang, dikatakan suaminya selain ringan tangan juga suka judi. Hingga sekarang korban mengaku sudah 5 kali daniaya oleh suaminya.

“Waktu saya menempati rumah kos di Ketapang juga sering kali dianiaya oleh suami. Sebetulnya waktu saya menempati rumah kos di Ketapang sudah berniat melaporkan perbuatan suami saya ke Polisi, tapi ibu kos melerainya, saya disuruh sabar dan berpikir panjang”, ungkap korban.

Waktu itu saya bisa menerima saran ibu kos saya, mungkin sifat dan kelakuan suami bisa berubah lebih baik, mengingat kita sudah dikaruniai seorang putri, ujar korban menambahkan.

Namun rupa – rupanya sifat dan kelakuan suami tidak bisa berubah. Terus satu bulan lalu karena saya tidak tahan dengan kelakuan suami, saya pindah kos di jalan S. Parman anak saya bawa dan saya minta agar diceraikan saja.

Namun suami tidak mau menceraikan saya malah surat nikah saya diambil terus digadaikan. “Tadi sekira jam 19.30 WIB (Sabtu, 2/1/16) dia datang menemui saya, dengan marah – marah saya dijotos muka saya, bibir dan hidung sampai berdarah – darah”.

Mendengar saya ribut dianiaya suami pemilik kos keluar dan melerai. Saya sudah tidak tahan lagi hidup berumah tangga dengannya. Saya datang ke Kantor Polisi minta tolong pemilik kos untuk mengantarnya.

“Saya sudah tidak tahan lagi, saya minta perbuatan suami saya ditindak sesuai hukum yang berlaku”,  ungkap korban dengan nada sedih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here