Di Malam Pergantian Tahun, Azam i-Center Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa - Suara Indonesia
Berita UtamaRegionalSosial Budaya

Di Malam Pergantian Tahun, Azam i-Center Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa

Avatar of admin
×

Di Malam Pergantian Tahun, Azam i-Center Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa

Sebarkan artikel ini
bnbv
Palin Kanan, Azam Khan, SH, Direktur Utama Azam i-Center dan pemilik Sweet Model

SUMENEP, Senin (1/1/2018) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka 22 Tahun Anniversary Sweet Model dan Kiprahnya, memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa, Minggu malam (31/12/2017).

Acara yang diselenggarakan di Gedung serba guna DPD Golkar Sumenep tersebut berlangsung meriah dengan selingan penampilan sejumlah anggota Sweet Model dan sejumlah lagu yang dibawakan anggota Sweet Model.

Azam Khan, SH, Direktur Utama aktfitas Anak Kreatif Madura Island (Azam i-Center) dan pemilik Sweet Model mengatakan bahwa acara tersebut sengaja mengusung tema internasional “Save Moslem The World Save NKRI” sebagai bentuk keprihatinan terhadap krisis moral yang terjadi pada negara-negara bule.

50a6d18b 67ef 4fad 80df cdeedbd2c0b8
Sweet Model Sumenep, (Foto: Zaini/SI)

“Kami sengaja mengusung tema “Save Moslem The World Save NKRI”, No World (Tidak ada perang) dan Save The World (Muslim Rahmatan Lil Alamin,” Kata Azam, si sela-sela acara, Minggu malam (31/12/2017).

Dikatakan Azam, sejak Sweet Model berdiri pada tahun 1996 sudah biasa melibatkan anak yatim dan kaum duafa, sebagai bentuk kebedulian terhadap mereka.

“Sejak dulu saya melakukan pendekatan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa, setiap acara mesti kita undang,” kata Azam.

Soal anak yatim dan anak-anak jalanan menurut Azam sudah menjadi agenda tahunan, dan dalam kegiatan ini mengedepankan soal kemanusiaannya dari pada happinya walau tetap diselingi dengan hiburan musik.

“Sejak tahun 1996 kami sudah bisa memberikan santunan sebanyak 3.700, bagi saya itu cukup fantastik,” Tuturnya.

Di katakan Azam, acara yang ia selenggarakan sejak dulu, ia lakukan dengan dana sendiri, tanpa ada iklan atau sponsor dan murni dana pribadi.

“Ini kami lakukan bisa 3 kali dalam satu tahun,” terang pria asal Sumenep yang juga pernah menjadi Tim Pembela Ulama dan Aktivis di Jakarta ini.

bnv
Sweet Model Sumenep, (Foto: Zaini/SI)

Menurutnya, yang paling bermakna baginya bukan karena santunannya tapi karena mereka merasa dihormati, dimanusiakan, dihadirkan dalam acara dan itu memberikan dampak positif kepada mereka.

Menurutnya, Sweet Model yang diundan kali ini sebanyak 100 orang, tapi yang hadir sekitar 40 an, karena menurutnya dirinya tidak bisa memaksa untuk datang mengingat mereka juga ada kegiatan lain.

Pantauan suaraindonesia-news.com, acara berjalan lancar dan diakhiri dengan do’a bersama.

Reporter : Zaini
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam