Di Duga Total Hampir Rp 1 Juta Multi Ujian, Di SMK Trunojoyo

oleh -9 views

Jember, Suara IndonesiaNews.Com – Pendidikan adalah penunjang untuk mencetak generasi muda yang handal, juga ber kuwalitas yang nantinya di harapkan mampu bersaing di era globalisasi. tapi apakah hal itu bisa terwujud apa bila biaya pendidikan yang sangat luar biasa mahal nya, padahal pemerintah sudah banyak sekali mengucurkan anggaran untuk pendidikan.

Bahkan pemerintah rela mergoh kocek dari APBN sebesar 20% hanya untuk pendidikan, tapi sayang nya apa yang terjadi di daerah, masih juga di lakukan pungutan untuk berbagai jenis ujian.

Seperti hal nya SMK Trunujoya Kabupaten Jember yang di duga mengenakan biaya untuk multi ujian dengan total 1 juta rupiah, antara lain: ujian UKK, ujian akhir sekolah, ujian nasional ujian pratek, pelajaran tambahan DLL. total semua hampir satu juta persiswa

Sementara juknis bos tahun 2014 dengan No. dokumen 01-PS-2014 yang di terbit kan tanggal 28 januari 2014 dengan nomer revisi 00 di situ sudah jelas dalam deskripsi program bantuan operasional sekolah tahun 2014 yang di tanda tangani oleh Drs. M Nustagh Firin, MBA sebagai Direktur pembina SMK dan selaku pengunan anggaran, bahwa nilai bantuan untuk siswa adalah 1 juta/siswa/pertahun

Selain itu pula anggaran dan bos SMK bertujuan untuk mewujud kan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi masyarakat.

Manfaat dana bos untuk Smk mengacu pada permendiknas No 69 tahun 2009 dan kebijakan direktorat pembinaan SMK bahwa anggaran dana bos SMK di gunakan untuk : A. pembelian/pengadaan buku tek pelajaran, B. pembelian alat tulis sekolah yang di gunakan untuk kegiatan pembelajaran, C. pengadaan soal dan penyedian lembar jawaban siswa dalam kegiatan ulangan dan ujian, D. pembelian peralatan pendidikan, E. pembelian bahan praktik habis pakai. F. penyelenggaraan uji kopetensi siswa, G. penyelenggaraan praktek kerja industri dalam negeri.

Sebetul nya program pemerintah pusat cukup bagus dan mengena pada masyarakat terutama pendidikan akan tetapi yang di daerah sering kali, membuat kebijakan sendiri, maka sudah bukan rahasia umum lagi kalau apa yang di program kan pemerintah pusat tidak sesuai dengan apa yang di harapkan oleh pemerintah pusat itu sendiri. (Joko).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *