Dewan Tuding Pemkab Pamekasan Lemah Terhadap Pengusaha Karaoke Wiraraja

oleh -85 views
Kepolisian Resort Pamekasan saat menciduk 15 muda-mudi yang tertangkap basah pesta pil Inex di Resto Wiraraja, Jalan Raya Tlanakan berbuntut panjang. Selasa Malam, (16/06/2020). Berbekal laporan warga, aparat menemukan barang bukti berupa sejumlah pil inex saat melakukan penggerebekan, di Room Karaoke Resto Wiraraja.

PAMEKASAN, Jumat (19/6/2020) suaraindonesia-news.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mendesak agar pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat segera melakukan penyegelan dan penutupan secara permanen terhadap Resto Wiraraja, Jalan Raya Tlanakan, Pamekasan.

Anggota DPRD Pamekasan, Akhmad Qomarul Wahyudi mengatakan, selama ini keberadaan resto Wiraraja sudah menoreng nama baik Kabupaten Pamekasan yang terkenal dengan sebutan Gerbang Salam. Pasalnya, resto tersebut tidak hanya melayani makan dan minuman. Tetapi juga disertai dengan tempat hiburan karaoke.

“Untuk Wiraraja disegel secara permanen karena bukan hanya satu kali atau dua kali. Dewan sering menerima laporan dari warga buka ditengah ramadhan, Masyarakat merasa resah dengan adanya hiburan di Wiraraja,” kata Akhmad Qomarul Wahyudi Fraksi Madani. Jumat (19/06).

Dikatakannya, Fraksi Madani yang terdiri dari tiga partai (PBB, Golkar, Perindo) sudah meminta kepada Bupati Pamekasan Baddrut Taman untuk menjelaskan keberadaan resto Wiraraja. Saat itu, legislatif menyampaikan terhadap eksekutif di pandangan umum Fraksi Paripurna DPRD Pamekasan. Tetapi sampai saat ini belum mendapatkan jawaban.

“Pemerintah dibuat lemah oleh Wiraraja, bahkan pihak legislatif sudah menyampaikan pandangan umum fraksi di Paripurna tentang praktek hiburan Wiraraja,” tutur politisi PBB itu.

Qomarul menilai, pengawasan yang dilakukan oleh eksekutif terhadap Wiraraja lemah. Seharusnya, eksekutif menjelaskan tentang keberadaan Wiraraja secara luas sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kenapa fungsi pengawasan dari pemerintah lemah ? Atau memang dibuat lemah oleh Wiraraja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pamekasan, Kusairi mengatakan sudah melakukan penutupan. Bahkan saat itu langsung dilakukan penutupan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Taman. Baginya, Semua aktivitas karaoke di kabupaten Pamekasan sudah berakhir.

“Tidak ada penutupan satu kali atau dua kali. Tidak ada kegiatan karaoke semuanya berakhir,” ujarnya.

Dikatakannya, tempat karaoke yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Pamekasan merupakan karaoke yang ada di ruang terbuka dan dapat dilihat oleh semua orang.

Sejauh ini, tempat karaoke di Pamekasan berkamar-kamar dan itu diperbolehkan.

“Sudah ditutup tidak ada agenda penutupan lagi. Tinggal bagaimana pengusaha bisa mengikuti peraturan,” tandasnya.

Dalam peristiwa beredarnya kabar penggerebekan dan tangkap basah yang dilakukan oleh tim gabungan Polres Pamekasan, Madura, disalah satu cafe and resto yang ada di Pamekasan pada Selasa malam (16/6/2020) tersebut, juga dikabarkan dari beberapa orang yang diamankan didapati 2 anggota BNN Sumenep.

Bambang Sutrisno selaku Kepala BNN Sumenep angkat bicara, Bambang membenarkan ada anggotanya yang ikut diamankan pada saat kejadian itu, namun Bambang mengatakan bahwa 2 orang anggota BNN Sumenep tersebut sedang melakukan tugas penyelidikan berdasarkan informasi masyarakat di cafe and resto tersebut.

“Kalau ada di tempat kejadian iya, tapi mereka dalam rangka melaksanakan tugas penyelidikan dan itu di buktikan dengan surat tugas atau sprint,” jelasnya. Kamis (18/06).

Bahkan kata Bambang dirinya dihubungi langsung oleh Wakapolres Pamekasan dan dimintai klarifikasi terkait anggota BNN Sumenep yang ada di salah satu Cafe dan Resto tersebut.

“Saya katakan memang membuat sprint kepada anggota kita dalam rangka penyelidikan, dan sprint itu sementara berlaku 5 hari mulai dari Senin sampai dengan Jumat,” terangnya.

Namun ia mengatakan tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas jika 2 anggotanya terbukti melakukan kesalahan.

“Tunggu saja dari pihak yang melakukan penggerebekan disana dan kalau memang itu benar kita akan tindak tegas,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resort Pamekasan berhasil menciduk 15 muda-mudi yang tertangkap basah pesta pil Inex di Resto Wiraraja, Jalan Raya Tlanakan berbuntut panjang. Selasa Malam, (16/06/2020). Berbekal laporan warga, aparat menemukan barang bukti berupa sejumlah pil inex saat melakukan penggerebekan, di Room Karaoke Resto Wiraraja.

Adapun pasal yang dikenakan kepada tersangka berupa pasal 112 UU Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman penjara minimal 4 Tahun.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *