Dewan Pendidikan Harus Kerja Keras Tingkatkan IPM Agar Sampang Keluar dari Jerat Kemiskinan - Suara Indonesia
Pendidikan

Dewan Pendidikan Harus Kerja Keras Tingkatkan IPM Agar Sampang Keluar dari Jerat Kemiskinan

Avatar of admin
×

Dewan Pendidikan Harus Kerja Keras Tingkatkan IPM Agar Sampang Keluar dari Jerat Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
IMG 20230303 210818
Kantor Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Sampang. (Ft/Nor/SI)

SAMPANG, Jumat (03/03/2023), suaraindonesia-news.com – Lima kabupaten termiskin di Jawa Timur, nomor satu Kabupaten Sampang, dua Kabupaten Bangkalan, tiga Kabupaten Sumenep, empat Kabupaten Probolinggo dan lima Kabupaten Tuban.

Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan (JDEP) tahun 2022, meneliti tentang faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Kabupaten Sampang.

Faktor yang diteliti antara lain pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan tingkat pengangguran terbuka.

Dari hasil penelitian yang paling berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Sampang adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Menurut Badan Pusat Statistik, IPM adalah penjelasan bagaimana dapat mengakses pembangunan dalam mendapatkan pendidikan, pendapatan, kesehatan dan lain-lain.

Kemiskinan di Kabupaten Sampang, juga dipengaruhi oleh adat dan budaya yaitu masyarakat enggan bersekolah formal, jika ada penduduk yang berpendidikan tinggi umumnya tetap di kota perantauan dan tidak ingin kembali ke Sampang lagi.

Meskipun tingkat kemiskinannya nomor satu tetapi berdasarkan data BPS 2022, angka kemiskinan turun sebesar 2,15 persen dan angka kemiskinan ekstrem turun sebesar 2,23 persen.

Hal ini juga berdasarkan apa yang disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) pada tanggal 31 Januari 2023.

Bahwa angka kemiskinan tahun 2019 sampai 2020 meningkat karena ada pandemi COVID, tetapi tahun 2022 angka kemiskinan menurun tajam.

Bukan hanya angka kemiskinan, angka IPM juga konsisten peningkatan dari tahun ke tahun, pada tahun 2019 angkanya 61,94 persen tahun 2022 menjadi 63,39 persen.

Adapun program yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sampang, untuk meningkatkan IPM antara lain beasiswa sahabat, rantai kasih, jelita UHC, digitalisasi sistem data kemiskinan melalui aplikasi TIM SIDAK, program perlindungan sosial dan perluasan akses pelayanan dasar serta inovasi lain.

“Proses menyejahterakan masyarakat akan terus dilakukan supaya Sampang dapat terbebas dari angka kemiskinan dan IPM terus naik meroket,” ujar kepala Bappedalitbang Umi Hanik Laila.

Sementara Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Sampang, Achmad Mawardi melalui Bidang Sekolah Dasar Muh. Nora mengatakan, dalam rangka kegiatan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Dewan Pendidikan Sampang harus kerja keras.

Hal yang bisa dilakukan pada sektor pendidikan di Kabupaten Sampang, strateginya yaitu, pertama akses terhadap layanan pendidikan yang meliputi jumlah sekolah, fasilitas pendidikan yang memadai dan pemerataan pendidikan yang dapat dinikmati oleh semua anak di Kabupaten Sampang.

Kedua, ketersediaan sarana dan prasarana sekolah yang memadai, dimana pemerintah membenahi sarana dan prasarana di setiap sekolah yang membutuhkan tambahan, untuk sekolah sekolah yang kekurangan atau pergantian yang rusak.

Ketiga, gerakan kembali bersekolah merupakan wadah menyatukan persepsi untuk menangani anak yang putus sekolah agar bisa kembali bersekolah di Kabupaten Sampang. Melalui gerakan kembali bersekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga angka lama sekolah bisa meningkat di Kabupaten Sampang.

Keempat, peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Peningkatan kompetensi para tenaga pendidik dan kependidikan dapat dilakukan melalui berbagai cara antara lain melalui pendidikan dan pelatihan, magang, seminar, lokakarya, workshop, dan bimbingan teknis.

Reporter : Nora
Editor : Wakid Maulana
Publisher : Nurul Anam