Developer Diduga Kabur, Perumahan Berkedok Syariah, Kecoh 126 Konsumen

oleh -171 views
Taufik (kiri), Shopiah (kanan), Lilis Aryani (tengah).

BOGOR, Kamis (12/03/2020) suaraindonesia-news.com – Perumahan yang diduga bodong berkedok syariah kembali hantui warga Bogor. Sedikitnya 126 pembeli, terkecoh janji manis pengembang. Developer menjanjikan akan bangun perumahan konsep Islam di Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Pengembang PT Alfatih Bangun Indonesia (ABI), tawarkan 10 konsep Islami untuk rekrut pembeli perumahan dengan janji menarik.

“Kami tertarik dengan konsep tersebut. Saya sudah bayar Rp 81 juta, baru sadar kalau perumahan itu bodong, tanah tak ada, apalagi surat menyurat. Saya beli sejak 2016 lalu,” kata Taufik salah seorang pembeli di Kantor CV Lilis Aryani. Kamis (12/03).

Menurut Taufik, konsep menggiurkan itu membuat 126 pembeli telah menyetorkan dana lewat bank dan ada yang lunas. Dari 126 pemesan 12 orang diantaranya sudah lunas. Harga yang ditawarkan pengembang senilai Rp 275 juta dengan type 45/84.

Taufik mengaku telah menyetorkan uang muka dan cicilan sebesar Rp 81 juta untuk membeli satu kavling di perumahan. Namun, hingga saat ini, belum ada yang memperoleh rumah.

“Saya beli satu kavling total uang yang masuk Rp 81 juta. Tapi sampai sekarang belum juga ada bangunan rumahnya,” kata Taufik.

Konsep yang ditawarkan tutur Taufik, setiap pembangunannya akan menerapkan sistem syariah, dan dibangun Developer Property Syari’ah tanpa KPR Bank serta jauh dari riba.

“Untuk bayar-bayar tagihan, semuanya terpadu ke pengelola, ke koperasi syari’ah. Pengembang dilarang keras menggunakan cara Riba yang melanggar syariah Islam,” kata Taufik menirukan ucapan pengembang.

Konsep yang menggiurkan itu, membuat ratusan konsumen tergiur dan akhirnya terkecoh untuk berinvestasi di perumahan tersebut.

Pembeli lain Shopiah mengatakan, pengembang mampu meyakinkan konsumen dengan menawarkan konsep islami. Shopiah menyebutkan pengembang berjanji akan menyelesaikan pembangunan perumahan 2018.

Namun Shopiah menjelaskan hingga saat ini bangunan sepotong pun tak ada.

“Hingga saat ini ratusan konsumen menunggu hasil penyidikan kepolisian Polres Jakarta Selatan,” tuturnya.

Saat akan dikonfirmasikan suaraindonesia-news.com pada Developer PT ABI yang beralamat Jln Raya Tegar Beriman Ruko graha Kartika Blok F 5 Bojong Gede tak berhasil ditemui.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *