Desa Tanjung Karang Kecamatan Tomilito Sukseskan Program Desa 2017

Gafar Tuna selaku ayahanda (kepala desa)

GORONTALO, Rabu (13/12/2017) suaraindonesia-news.com – Desa Mandiri mencerminkan kemauan masyarakat desa yang kuat untuk maju, dihasilkannya produk/karya desa yang membanggakan dan kemampuan desa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Rupanya hal inilah yang menjadi motifasi Gafar Tuna selaku ayahanda (kepala desa) Tanjung karang, kecamatan Tomilito, kabupaten Gorontalo utara, (Gorut).

Ditemui reporter suara indonesia disela sela aktifitasnya Gafar Tuna mengatakan, bahwa membangun Desa dalam konteks UU No 6 Tahun 2014 setidaknya mencakup upaya-upaya untuk mengembangkan pemberdayaan dan pembangunan masyarakat Desa di bidang ekonomi, sosial dan kebudayaan. Konsep tersebut dikenal dengan istilah
“Lumbung Ekonomi Desa, Lingkar Budaya Desa, dan Jaring Wira Desa.

Menurutnya, lumbung Ekonomi Desa tidak cukup hanya menyediakan basis dukungan finansial terhadap rakyat miskin, tetapi juga mendorong usaha ekonomi Desa dalam arti luas.

Penciptaan kegiatan yang membuka akses produksi, distribusi, dan pasar (access to finance, access to production, access to distribution and access to market) bagi rakyat Desa dalam pengelolaan kolektif dan individu mesti berkembang dan berlanjut. Setelah sukses menjalankan Alokasi Dana Desa (ADD) serta dana desa {DD} tahap satu dan dua.

Dengan program pembangunan akses desa, yang diantaranya, draenase, jalan tani sepanjang 1.800 meter dengan anggaran tiga ratus lima juta rupiah (Rp 305.000.000), ditambah dengan pengadaan sapi ternak untuk kelompok tani sebanyak 20 ekor sapi dengan anggaran seratus lima puluh juta rupiah (Rp,150.000.000) kesemuanya dilaksanakan pada tahap satu.

Sedangkan pada tahap dua, menurut ayahanda Gafar Tuna, kami bersama sama masyarakat desa tanjung karang melakukan pekerjaan pembuatan jalan rabat beton sepanjang 250 meter dengan menelan anggaran Dua ratus juta rupiah (Rp,200.000.000) serta pekerjaan 10 unit jambang untuk masyarakat yang seluruh anggaran mencapai Tiga puluh lima juta rupiah (Rp,35.000.000) serta anggaran untuk Bumdes.

Gafar Tuna berharap nantinya desa tanjung karang mampu melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.

”Pertumbuhan ekonomi desa yang berkualitas adalah konsep mengenai perkuatan dan kontribusi yang disumbangkan oleh sektor ekonomi riil.
Sektor ekonomi riil yang tumbuh dan berkembang dari bawah karena dukungan ekonomi rakyat di Desa,” katanya.

Pertumbuhan ekonomi yang jelas bertumpu pada 2 hal pokok yakni memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pelaku ekonomi lokal untuk memanfaatkan sumberdaya milik lokal dalam rangka kesejahteraan bersama dan memperbanyak pelaku ekonomi untuk mengurangi faktor produksi yang tidak terpakai.

“Pasalnya, pasar tidak bisa membentuk bahkan menstimulasi kesempatan dan pelaku dalam keadaan ketidakseimbangan modal, informasi, dan akses lain yang dimiliki oleh para pelaku, maka diperlukan campur tangan pemerintah dalam bentuk fasilitasi dan regulasi,” tuturnya.
Pemberian kesempatan yang seluas-luasnya tidak cukup hanya melalui treatment membuka akses permodalan, akan tetapi juga akses produksi, akses distribusi dan akses pasar.

Akses permodalan dibuka dan dikembangkan melalui pemberian kredit yang terjangkau dan fleksible, akses produksi dikembangkan melalui dorongan dan dukungan sektor industri lokal yang berbasis sumberdaya lokal, dan akses pasar dikembangkan melalui regulasi dan kebijakan yang memastikan terbentuk dan berkembangnya kondisi yang optimum dari perekonomian di pedesaan.

Pertumbuhan ekonomi dari bawah menitikberatkan pada tumbuh dan berkembangnya sektor usaha dan industri lokal, yang mempunyai basis produksi bertumpu pada sumberdaya lokal.

“Bentuk-bentuk usaha yang telah berkembang sekarang ini, seperti kerajinan, pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, industri kecil, makanan olahan sehat, adalah sektor ekonomi strategis yang harusnya digarap Desa,” imbuhnya.

Sebelum menutup wawancara langsung dengan reporter suara indonesi, Gafar Tuna yakin nantinya lingkar Budaya Desa tanjung karang akan mengangkat kembali nilai-nilai kolektif desa dan budaya bangsa dengan mengendepankan musyawarah mufakat dan gotong royong serta nilai-nilai manusia (desa) indonesia yang tekun, bekerja keras, sederhana, serta punya daya tahan.

Selain itu lingkar budaya desa tanjung karang bertumpu pada bentuk dan pola komunalisme, kearifan lokal, keswadayaan sosial, teknologi tepat guna, kelestarian lingkungan, serta ketahanan dan kedaulatan lokal, yang pastinya hal ini akan mencerminkan kolektivitas masyarakat di desa tanjung karang kecamatan tomilito kabupaten gorontalo utara. (Erlangga/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here