Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Menuju Desa Mandiri

Godfried Tatika kepala Desa Tambun, kecamatan Likupang Barat, kabupaten Minahasa Utara

Reporter: Erlangga

Sulut, Kamis (10/11/2016) suaraindonesia-news.com – Desa Mandiri mencerminkan kemauan masyarakat Desa yang kuat untuk maju, dihasilkannya produk/karya Desa yang membanggakan dan kemampuan Desa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Dalam istilah lain, Desa mandiri bertumpu pada trisakti Desa yaitu; karsa, karya, sembada.

Jika Trisakti Desa dapat dicapai maka Desa itu disebut sebagai Desa berdikari. Karsa, karya, sembada Desa mencakup bidang ekonomi, budaya dan sosial yang bertumpu pada tiga daya yakni berkembangnya kegiatan ekonomi Desa dan antar Desa, makin kuatnya sistem partisipatif Desa, serta terbangunnya masyarakat di Desa yang kuat secara ekonomi dan sosial-budaya serta punya kepedulian tinggi terhadap pembangunan serta pemberdayaan Desa.

Rupanya hal inilah yang menjadi motifasi Godfried Tatika selaku kepala Desa Tambun, kecamatan Likupang Barat, kabupaten Minahasa Utara.

Saat ditemui disela sela aktifitasnya, Godfried Tatika mengatakan bahwa membangun Desa dalam konteks UU No 6 Tahun 2014 setidaknya mencakup upaya-upaya untuk mengembangkan keberdayaan dan pembangunan masyarakat Desa di bidang ekonomi, sosial dan kebudayaan. Konsep tersebut dikenal dengan istilah “Lumbung Ekonomi Desa, Lingkar Budaya Desa, dan Jaring Wira Desa.

“Lumbung Ekonomi Desa tidak cukup hanya menyediakan basis dukungan finansial terhadap rakyat miskin, tetapi juga mendorong usaha ekonomi Desa dalam arti luas,” ujarnya.

Menurutnya, Penciptaan kegiatan-kegiatan yang membuka akses produksi, distribusi, dan pasar (access to finance, access to production, access to distribution and access to market) bagi rakyat Desa dalam pengelolaan kolektif dan individu mesti berkembang dan berlanjut. Sukses menjalankan Alokasi Dana Desa (DD) dengan program pembangunan seperti drainase sepanjang 314.M x 1,5.M, dan pembuatan jalan rabat beton panjang 462.M x 2.M serta kegiatan ibu-ibu PKK dalam pelatihan peningkatan kapasitas pengurus dan keanggotaan yang tentunya mengacu kedalam pemberdayaan Desa. Tuturnya.

”Tahun ini, Desa Tambun terpilih sebagai Desa yang mewakili kecamatan Likupang Barat dalam ajang lomba Desa 2016 ditingkat kabupaten,” ucapnya.

Godfried berharap, nantinya Desa Tambun mampu melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi desa yang berkualitas adalah konsep mengenai perkuatan dan kontribusi yang disumbangkan oleh sektor ekonomi riil. Sektor ekonomi riil yang tumbuh dan berkembang dari bawah karena dukungan ekonomi rakyat di Desa.

”Pertumbuhan ekonomi dari bawah bertumpu pada 2 hal pokok yakni, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pelaku ekonomi lokal untuk memanfaatkan sumberdaya milik lokal dalam rangka kesejahteraan bersama dan memperbanyak pelaku ekonomi untuk mengurangi faktor produksi yang tidak terpakai,” terangnya.

Dijelaskan Godfried, pasar tidak bisa membentuk bahkan menstimulasi kesempatan dan pelaku dalam keadaan ketidakseimbangan modal, informasi, dan akses lain yang dimiliki para pelaku, maka diperlukan campur tangan pemerintah dalam bentuk fasilitasi dan regulasi.

“Pemberian kesempatan yang seluas-luasnya tidak cukup hanya melalui treatment membuka akses permodalan, akan tetapi juga akses produksi, akses distribusi dan akses pasar,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, Akses permodalan dibuka dan dikembangkan melalui pemberian kredit yang terjangkau dan fleksible, akses produksi dikembangkan melalui dorongan dan dukungan sektor industri lokal yang berbasis sumberdaya lokal, dan akses pasar dikembangkan melalui regulasi dan kebijakan yang memastikan terbentuk dan berkembangnya kondisi yang optimum dari perekonomian di pedesaan.

Ia juga menyampaikan, bahwa pertumbuhan ekonomi dari bawah menitikberatkan pada tumbuh dan berkembangnya sektor usaha dan industri lokal, yang mempunyai basis produksi bertumpu pada sumberdaya lokal. Bentuk-bentuk usaha yang telah berkembang seperti kerajinan, pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, industri kecil, makanan olahan sehat, adalah sektor ekonomi strategis yang harusnya digarap Desa, dengan demikian Godfried yakin nantinya lingkar Budaya Desa akan mengangkat kembali nilai-nilai kolektif desa dan budaya bangsa mengenai musyawarah mufakat dan gotong royong serta nilai-nilai manusia (desa) indonesia yang tekun, bekerja keras, sederhana, serta punya daya tahan.

Selain kata Godfried, lingkar budaya Desa bertumpu pada bentuk dan pola komunalisme, kearifan lokal, keswadayaan sosial, teknologi tepat guna, kelestarian lingkungan, serta ketahanan dan kedaulatan lokal, hal ini mencerminkan kolektivitas masyarakat di Desa. Tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here