Dengan Tindakan Promotif dan Preventif, Germas Dapat Cegah Penyakit Menular dan Tidak Menular

oleh -335 views

LUMAJANG, Sabtu (23/3/2019) suaraindonesia-news.com – Indonesia sedang mengalami perubahan pola penyakit dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, kanker dan lain-lain.

Meningkatnya kasus PTM ini, menurut Kabid Kesmas Dinas Kesehatan (Dinkes)Kabupaten Lumajang dr Rosyidah, bahwa hal itu akan menambah beban pemerintah dan masyarakat.

“Tanpa upaya yang signifikan, kecenderungan kesakitan dan kematian serta permintaan pelayanan kesehatan akan terus meningkat, didorong oleh perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung tidak aktif secara fisik, konsumsi buah dan sayur yang rendah serta konsumsi rokok dan alkohol,” terangnya.

Dengan tindakan promotif dan preventif, kata dr Rosyidah, itu merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit baik menular maupun tidak menular.

“Mengingat pencegahan penyakit akan sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, diperlukan keterlibatan aktif seluruh komponen baik pemerintah pusat dan daerah, sektor non-pemerintah, dan masyarakat,” jelasnya.

Gerakan yang sistematis dan terus menerus diperlukan untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat.

“Upaya promotif dan preventif sejalan dengan RPJMN 2015-2019 yaitu upaya reformasi kesehatan yang difokuskan pada penguatan upaya kesehatan dasar (primary health care) dan penguatan upaya promotif dan preventif,” paparnya.

Dari info yang diperoleh, bahwa Wakil Presiden RI dalam Rapat Terbatas tanggal 18 September 2015, yang lalu, sudah menugaskan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk menyusun kerangka kerja dalam melaksanakan pesan penguatan paradigma pembangunan kesehatan dari kuratif rehabilitatif menjadi promotif-preventif yang dilakukan melalui pendekatan multi sektor, serta menyusun rencana aksi terkait penguatan upaya promotif preventif kesehatan.

“Arahan tersebut selanjutnya disusun dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang akan menjadi panduan bagi lintas sektor terkait dalam berpartisipasi aktif mendorong masyarakat untuk berperilaku hidup sehat,” ungkapnya lagi.

“Gerakan masyarakat hidup sehat merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud,” ujarnya.

Tujuan umum dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini, diuraikan dr Rosyidah antara lain untuk menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan.

“Selain itu juga untuk menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit. Dan juga untuk menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, serta untuk menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk untuk pengeluaran kesehatan,” urainya.

Sementara itu, Kabid Sosial Budaya Bappeda Setda Lumajang, Endhi Setyo Arifianto mengungkapkan juga bahwa adapun tujuan khusus dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat dalam upaya di bawah payung aksi promotif dan preventif.

“Serta menurunkan faktor risiko utama penyakit menular dan tidak menular, terutama melalui meningkatkan aktifitas fisik teratur dan terukur, konsumsi sayur dan buah dan melakukan deteksi dini penyakit,” ucap Endhi.

Untuk mensukseskan pelaksanaan Germas di Kabupaten Lumajang, kata Endhi diperlukan adanya pertemuan pembahasan penyusunan rencana operasional Germas bersama lintas sektor di tingkat Kabupaten.

“Ada Pedoman Umum Pelaksanaan Germas Peran Lintas Sektor dalam Germas di Kabupaten Rencana Operasional Germas di Kabupaten dan Draft SK Pokja Germas Tingkat Kabupaten,” jelasnya.

Dan untuk melaksanakan kegiatan tersebut, kata Endhi diambilkan dari DIPA Program Pembinaan Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Kegiatan Promkes & Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 No. SP DIPA 024.03.3.059006/2019 tanggal 5 Desember 2018.

Turut hadir pada acara tersebut,
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Lumajang,
Kepala Bagian Kesejahteraan, Sosial Setda Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Kepala Kementerian Agama Lumajang Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Lumajang, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lumajang, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Lumajang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Kepala Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang, Kepala BPJS Kesehatan Layanan Operasional Lumajang, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Komandan Kodim Lumajang, Kapolres Lumajang, Kepala BNN Kabupaten Lumajang, Direktur Program Studi Keperawatan Cabang Universitas Jember, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabuoaten Lumajang, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Lumajang, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Lumajang, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Lumajang, Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Lumajang.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Imam

Tinggalkan Balasan