Dengan Protokol Kesehatan yang Ketat, Wali Kota Probolinggo Pimpin Upacara HSN Ke-6 Tahun 2020

oleh -17 views
Upacara HSN ke-6 Tahun 2020 digelar oleh Pemkot Probolinggo dengan protokol kesehatan yang ketat.

PROBOLINGGO, Kamis (22/10/2020) suaraindonesia-news.com – Upacara Hari Santri Nasional (HSN) ke-6 tahun 2020 digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo dihalaman Kantor Wali Kota, di ikuti oleh Forkopimda setempat, segenap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkot Probolinggo, Kepala Perbankkan, Kepala BUMD, Kepala Perusahaan, Kepala Instansi Vertikal, Ormas Islam serta santri, Kamis (22/10).

Upacara HSN ke-6 ditengah pandemi Covid-19 ini dengan tema ‘Santri Sehat Indonesia Kuat’ dipimpim langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini belum berakhir.

Dalam amanatnya Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyampaikan, bahwa 22 Oktober 2020 adalah tahun ke-6 Muslim Nusantara dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Peringatan ini sesuai keputusan Presiden RI No.22 Tahun 2015 tentang HaribSantri Nasional tanggal 22 Oktober, bertepatan dengan dengan tanggal 9 Muharam 1437 H yang merupakan bukti Negara atas jasa para Ulama dan Santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Pengakuan terhadap kiprah Ulama dan Santri tidak lepas dari revolusi jihad yang dikomandangkan oleh Hadratul Syeh KH Hasyim Ashari Rois Akbar Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 22 Oktober 1945. Kiprah Santri bukti dalam mengokohkan pilar-pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhineka Tunggal Ika. Santri berdiri digarda terdepan membentengi NKRI dari berbagai ancaman.

Dalam amanatnya, wali kota yang akrab dipanggil dengan sebutan Habib Hadi ini juga menyebutkan, pada tahun 1936 sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Darusalam. Pernyataan ini adalah legistimasi berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila.

“Tahun 1945 kaum santri setuju menghapuskan 7 kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Pada tahun 1945 kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia Ir. Soekarno sebagai Waliul Amri, pemimpin yang sah dan harus ditaati. Dan tahun 1965 kaum santri berdiri di garda terdepan menghadapi rongrongan idiologi komunisme atau PKI. Tahun 1983 – 1984 kaum santri melopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya azas dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan menyatakan bahwa NKRI harga mati dan final,” paparnya.

Ia juga menegaskan, momentum Hari Santri ini perlu ditranformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan, dengan spirit ‘Hubbul Wathon Minal Iman’ (cinta tanah air sebagian dari iman), perlu terus digelorakan ditengah arus idiologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan Nasionalisme.

“Santri harus siap menghadapi tantangan jaman yang terus berubah,” ungkapnya.

Tahun ini, lanjut Habib Hadi, bangsa indonesia, bahkan seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang luar biasa wabah Covid-19 yang sampai saat ini belum berakhir. Pada pernyataan Hari Santri tahun ini bertema ‘Santri Sehat Indonesia Kuat’ dengan logo ‘Ayo Mondok Pakai Masker’ sebagai spirit untuk selalu menjaga kesehatan agar Santri dijauhkan dari Covid-19.

“Dengan Santri Sehat maka Indonesia akan kuat, saya menghimbau kepada keluarga besar pesantren dan para santri di Kota Probolinggo untuk senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol kesehatan agar terhindar dari wabah Covid-19,” himbaunya.

Dihari yang sama, Kamis (22/10/20), sore, usai memimpin Upacara HSN ke-6, Habib Hadi juga meresmikan Museum Artefak peninggalan Rosulullah SAW dan para sahabatnya yang berlokasi di Jalan Suroyo No.17 Kota Probolinggo.

Untuk mencegah penyebaran Covid-29, Museum yang selanjutnya dinamakan Museum Rosulullah SAW oleh wali kota Habib Hadi ini peresmiannya juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, dan dihadiri oleh Forkopimda, Kepala OPD, Ormas Islam, Perbankkan, BMUD serta tokoh masyarakat.

Dengan diresmikannya Museum Rosulullah SAW yang berisi barang peninggalan sejarah Nabi Muhammad SAW tersebut, Habib Hadi berharap bisa menjadi wisata religi di kota probolinggo yang bisa sejajar dengan miseum-museum internasional lainnya.

“Karena didalam museum ini ada barang-barang yang dipakai Rosulullah SAW. Seperti Surbannya, imamahnya, rambut Rosulullah, rambut kepala, rambut janggut dan lainnya itu semua ada di dalam museum ini. Ada juga barang-barang peninggalan dari sahabat seperti pedang dan lainnya,” terang Habib Hadi.

Oleh karena itu ia pun meminta kepada warga kota probolinggo bisa menyambut tamu-tamu yang akan berziarah melihat museum Rosulullah SAW dengan ramah dan baik.

Setelah meresmikan Museum Rosulullag SAW, wali kota Habib Hadi bersama Forkopimda, Kepala OPD, dan Camat langsung meresmikan Klinik Kesehatan Nahdkatul Ulama (NU) di Jalan Mastrip, Kecamatan Kedupok.

Peresmian yang dihadiri pula oleh PCNU Kota Probolinggo dan Ormas Islam ini juga dilakukan secara protokol kesehatan yang ketat. Ini semua dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam peresmian Klinik NU tersebut Habib Hadi mengatakan, Klinik yang sudah lama di idam-idamkan itu bisa bersinergi dengan pemerintah.

Habib Hadi katakan, bahwa kerjasama yang sinergi antara pemerintah dengan klinik swasta itu sangat penting. Karena tidak pemerintah bisa menampung semuanya. Dengan adanya ini bisa mengambil peran penting dalam memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat.

“Apalagi masyarakat sudah diberikan program darinpemerintah, yaitu UHC bagi masyarakat yang tidak mampu gratis masalah biaya sekilah/pendidikan. Insya Allah bisa kita laksanakan juga di Klinik NU ini nantinya,” ujar Habib Hadi.

Ia berharap semuanya bisa berjalan sesuai harapan, dan ia bersama wakil walikota mengaku berkomitmen untuk terus mendukung apa yang menjadi kemaslahatan di wilayah kota probolinggo.

“Melalui lembaga-lembaga Ormas ke-agamaan, NU, Muhammadiyah dan lainnya. Ayo bersama-sama untuk mewujudkan kemaslahatan di kota probolinggobyang kita cintai ini,” pungkas orang nomor satu di kota mangga ini. (Adv).

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *