Demplot Gunakan Pupuk Organik Eco Farming Agar Petani Melihat dan Membuktikan

oleh -99 views
FOTO : Pada akhir bulan Oktober atau awal bulan Nopember 2021, Kadis Pertanian Sampang Ir Suyono, akan membuat Demplot tanaman padi menggunakan pupuk organik super aktif Eco Farming. Agar masyarakat petani Sampang melihat dan membuktikan manfaat dan ke untungan menggunakan pupuk organik Eco Farming. (Foto: Nor/SI).

SAMPANG, Selasa (12/10/2021), suaraindonesia-news.com – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Ir Suyono MM, pada akhir bulan Oktober 2021, akan membuat Demplot atau Demontration Pot pada tanaman padi menggunakan pupuk organik super aktif Eco Farming. Tujuannya, agar petani tau bahwa penggunaan pupuk organik Eco Farming, hasilnya lebih bagus dan meningkat. Juga biaya produksi pupuk lebih hemat dan murah.

“Demplot akan dilaksanakan pada akhir bulan Oktober atau awal bulan Nopember 2021, menunggu musim hujan normal. Lokasinya, di pinggir jalan Provinsi Sampang–Ketapang tepatnya di Desa Kamoning Kecamatan Sampang,” kata Kadis Pertanian Suyono.

Dijelaskannya, lokasi sengaja di taruk di Desa Kamoning pinggir jalan Provinsi, agar ketika panen raya mudah dijangkau dan tidak jauh. Karena akan mengundang Bupati, Wabup, Sekda, jajaran Muspida dan Camat 14 kecamatan serta media baik cetak dan elektronik untuk menyaksikan dan memberitakan.

Harapannya, atas kesuksesan panen raya padi menggunakan pupuk organik super aktif Eco Farming, masyarakat petani Sampang melihat dan membuktikan ke untungan dan manfaat menggunakan pupuk organik Eco Farming. Sebab, selain menyuburkan lahan, mengatasi hama dan meningkatkan hasil produksi panen. Juga biaya produksi pupuk lebih hemat dan murah.

“Petani Sampang memang harus diberi contoh terlebih dahulu, terkait manfaat dan keuntungan menggunakan pupuk organik Super Aktif Eco Farming. Setelah mereka melihat dan membuktikan, dengan adanya panen raya Demplot tersebut, maka tanpa disuruh mereka pasti akan beralih menggunakan pupuk Organik Super Aktif Eco Farming,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil perhitungan perbandingan biaya produksi penggunaan Pupuk Kimia dengan Pupuk Organik Super Aktif Eco Farming pada tanaman padi (1 Ha) hingga panen, lebih hemat biaya. Jika memakai pupuk organik Eco Farming maka hemat biaya Rp 1.600,000,-dan hasil panen meningkat 30 sampai 50 persen.

Ini perbandingan penggunaan pupuk Kimia dengan Eco Farming pada tanaman padi hingga panen. Pakai Pupuk Kimia (1 Ha), Urea : 400 kg = Rp 800.000. TSP : 200 kg = Rp 600.000. Phoska : 400kg = Rp 1.120.000. ZA : 200 kg = Rp 360.000. Score : = Rp 500.000. Pestisida = Rp 320.000. Total biaya Rp 3.700.000. Hasil panen Padi 6–8 Ton.

Sedangkan menggunakan Pupuk Organik Eco Farming (1 Ha), aplikasi sebelum tanam 6 tube. selanjutnya 4 x 1 tube. Total 10 tube. Paket (12 box) = Rp 2.100.000. Pestisida/Fungisida (tidak perlu). Total biaya Rp 2.100.000. Hasil panen padi 9 –10 Ton. Harga (Grosir atau Mitra, red) pupuk organik Eco Farming belanja selanjutnya lebih murah Rp 1.500.000,-dapat 12 Tube (Rp 125.000/Tube,red).

Untuk diketahui, penggunaan Pupuk Kimia jika digunakan terus menerus, tanah bisa menjadi keras, zat asam tinggi, unsur hara hilang, mikro organisme mati. Kalau pupuk Organik Eco Farming justru sebaliknya, jika digunakan terus menerus lahan/tanah tambah subur, unsur hara tambah banyak, mikro organisme tambah banyak. Sehingga, meningkatkan hasil produksi/ panen yang melimpah dan tanaman buahnya besar banyak.

Reporter : Muh. Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *