Demo Tetap Tolak Giant di Jember

Jember, suaraindonesia-news.com – Permasalahan pendirian usaha perdagangan toko modern berjaringan Giant mencapai puncaknya pada Senin (30/12) dengan adanya unjuk rasa dari massa yang menolak atas pendirian toko modern tersebut,bertepatan waktunya pada acara peresmian pembukaannya.

Unjuk rasa ini disuarakan karena berbagai upaya yang dilakukan sesuai dengan etika,aturan, peraturan sama sekali tidak menjadikan Pemkab.Jember mendengar, melihat atau merasakan aspiranya warganya, atau tidak ada itikat untuk duduk bersama mencari solusi terhadap aspirasi tersebut.

Dalam siaran pers kepada media, disebutkan bahwa rekomendasi dari DPRD Jember agar Pemkab.Jember menghentikan rencana pendirian Giant pun, tidak menjadi pertimbangan para pejabat pemerintah untuk memutuskan kebijakannya, yang ada justru tantangan dari Bupati Jember kepada warga atau rakyatnya agar menggugat kebijakannya di Pengadilan.

Saat orasi pada unjuk rasa ini, Koordinator aksi, Sutijono menyuarakan keberatan atas penolakan menyatakan bahwa Pondok Pesantren yang dipimpin Gus Saif tidak menggunakan jalur hukum dengan menggugat di Pengadilan, disamping memerlukan waktu yang lama, juga tidak akan menuai hasil.

Dalam aksi unjuk rasa ini pihak aparat Kepolisian melakukan pengamanan yang sangat ketat dalam pengendalian massa, dimana disinyalir akan terjadi konflik atau tidakan anarkis.

Sebenarnya dalam hal persoalan perijinan Giant ini,pihak Kepolisian sudah berupaya bersikap netral, dengan tidak menanda tangani dokumen Amdal Lalin yang menjadi salah satu syarata dalam pendirian pusat kegiatan perdagangan, Hal ini diperkuat lagi dengan pernyataan Kabagops Satlantas Polres Jember, AKP Atang Suparta saat dengar pendapat di DPRD Jember pada 5 September 2013 yang menyatakan bahwa ” situasi lingkungan dankondisi lebar jalan KH. Shiddiq yang hanya punya lebar 6 meter, jelas tak memenuhi syarat untuk berdirinya toko modern ” Tetapi lagi-lagi upaya pihak Kepolisian tersebut tidak berarti apa-apa menghadapi Bupati Jember yang terkesan melindungi kepentingan pemodal dibanding melindungi warga atau rakyat Jember.

Dan dengan segala upaya pihak pendemo dengan aksinya tetap tidak menghentikan dibukanya atau diresmikannya Giant di Jember. 

Reporter : Rel/fen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here