exodus
BeritaNewsPemerintahan

Dedie Rachim Sambut Kolaborasi TNI AD untuk Pengolahan Sampah Bogor Raya

×

Dedie Rachim Sambut Kolaborasi TNI AD untuk Pengolahan Sampah Bogor Raya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260807 213545
Foto: Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim (kanan) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kiri) saat menandatangani kesepakatan di Mabes AD.

KOTA BOGOR, Jumat (07/08) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Bupati Bogor Rudy Susmanto, dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Jumat (07/08/2026).

Penandatanganan kerja sama itu turut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Melalui kerja sama tersebut, TNI AD akan mengolah sampah lama dengan deposit sekitar 15 juta ton bersama mitra teknologi yang telah berpengalaman menggunakan teknologi pirolisis untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan pengelolaan sampah di wilayah Bogor Raya yang mencakup penanganan sampah lama, pengelolaan timbulan sampah baru, serta penguatan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, baik di tingkat rumah tangga, instansi pemerintah, maupun sektor swasta.

“Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Bogor Raya. Pengelolaan sampah tidak cukup hanya menangani sampah yang sudah ada, tetapi juga harus memastikan pengurangan timbulan sampah baru dan pemilahan sejak dari sumbernya,” ujar Dedie Rachim.

Dedie menilai kolaborasi dengan TNI AD merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi berkelanjutan dalam penanganan persoalan sampah. Selain itu, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

“Dengan sinergi bersama pemerintah pusat, TNI AD, serta berbagai pihak, kami berharap persoalan sampah di Bogor dapat ditangani secara lebih komprehensif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengajak pemerintah daerah yang telah menyatakan kesiapan untuk segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan menyiapkan berbagai aspek teknis yang diperlukan.

Dalam pelaksanaannya, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, dan Kota Bekasi menjadi daerah yang diprioritaskan untuk mempercepat penanganan kondisi darurat sampah melalui kebijakan yang sejalan dengan pemerintah pusat dalam mendukung Gerakan ASRI.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan TNI AD ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.