Debt Collector Diduga Resahkan Masyarakat, Laskar Merah Putih Cabang Grobogan Minta Pertanggungjawaban PT Adira

Tim Laskar Merah Putih Cabang Grobogan saat mendatangi Kantor Cabang PT Adira Purwodadi

Reporter: Miftakh

Grobogan, Rabu (8/2/2017) suaraindonesia-news.com – Belakangan masyarakat diresahkan dengan banyaknya kasus pemaksaan dan penganiayaan oleh debt collector terhadap konsumen yang mengalami kredit macet. Padahal pihak leasing tidak boleh mengambil motor, mobil maupun rumah apabila konsumen mengalami telat atau gagal membayar kredit.

Kasus penarikan secara paksa kendaraan bermotor yang dilakukan oleh debt collector bisa dikategorikan sebagai tindak pidana. Namun, kasus tersebut masih kerap terjadi di Kabupaten Grobogan Serta di Kabupaten Kabupaten yang lainnya.

Penarikan atau perampasan motor kreditan tidak hanya terjadi di rumah-rumah nasabah. dan tidak jarang debt collector bertindak sebagai pelaku kejahatan laksana “begal” yang merampas kendaraan kredit saat dikendarai nasabah di jalanan.

Akibatnya, tidak salah bila korban meneriaki Perampok atau Maling, terhadap debt collector yang kerap bertindak kasar melakukan perampasan setelah menyetop korban saat mengendarai motor atau mobil di jalan bebas.

Seperti yang dialami Korban Eka Pipit warga Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan yang diberhentikan oleh Debt Collector di jalan antara Simpang Lima ke arah Danyang, dan waktu seketika itu diambil kontak kendaraannya tanpa harus bicara secara baik baik terlebih dulu atau dibicarakan secara kekeluargaan, sikap kerja dari debt collector bisa membuat masyarakat antipati terhadap perusahaan pembiayaan yang berbentuk apapun apakah pembiayaan tentang kredit rumah, eletronik ataupun kredit mobil.

Atas leristiwa tersebut, Korban dari debt collector PT Adira Kantor Cabang Purwodadi melaporkan kejadian perampasan motor di jalan ke Laskar Merah Putih cabang Grobogan dan langsung ditindak lanjuti dengan mengadakan klarifikasi ke PT Adira Kantor Cabang Purwodadi untuk menanyakan kejadian perampasan motor tersebut, dengan membawa beberapa anggotanya laskar merah putih untuk menemui Kepala PT Adira Kantor Cabang Purwodadi.

Ketua Markas Cabang LMP Kabupaten Grobogan Adi Prayitno, Selasa ( 7/2/2017) mengatakan bahwa PT Adira Kantor Cabang Purwodadi harus bertanggung jawab atas perampasan motor dijalan yang dilakukan oleh debt collectornya. Untuk itu, Laskar Merah Putih meminta klarifikasi kasus ini.

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak penegak hukum agar lebih sering menertibkan debt collector yang nakal,” kata Adi Prayitno.

Menurutnya, sepak terjang debt collector sudah menjadikan keresahan masyarakat dan membuat suasana tidak kondusif di masyarakat.

“Iini harus ditertibkan karena telah melanggar hukum,” tegas Adi Prayitno.

Kejadian ini terjadi sudah ada tiga minggu yang lalu dan nasabah sebenarnya sudah mempunyai etikat baik untuk melunasi tanggungngannya untuk melunasi kredit motor di PT Adira tersebut.

“Tindakan Leasing melalui Debt Collector yang mengambil secara paksa kendaraan dirumah, merupakan tindak pidana Pencurian. bila pengambilan Motor dilakukan oleh Debt collektor dijalan maka hal itu merupakan perbuatan yang melanggar hukum, tindak pidana yakni Perampasan dapat dijerat pasal 365 KUHP tentang perampasan.” tukas Adi Prayitno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here