Debit Air Kecil, Petani Resah dan Terancam Gagal Tanam

Camat Tangan-Tangan, Zulkifli.

ACEH ABDYA, Senin (23/10/2017) suaraindonesia-news.com – Sejumlah  para petani sawah di kecamatan Tangan-Tangan Aceh Barat Daya (Abdya) mulai resah dan mengaku terancam gagal tanam pada musim tanam rendengan tahun 2017/2018 akibat Debit air yang mengaliri  dari sungai ke persawahan masyarakat kecil dan tidak maksimal.

Camat Tangan-Tangan, Zulkifli mengatakan, menggecilnya aliran air ke persawahan masyarakat petani dikarenakan debit air di sungai sudah kecil meskipun dalam beberapa hari yang lalu sudah dilakukan pengalian sidementasi bersama Dinas Pekerjaan Umum melalui Bidang Pengairan dibantu aneuk blang.

“Air sungai itu kecil saat ini, apa lagi luas lahan persawahan saat ini berjumlah 1.648 Ha ditangan-tangan, dan  ditambah dengan musim kemarau lagi sudah barang tentu, aliran air yang mengaliri makin  kecil dan tidak maksimal,” ucap Zulkifli.

Baca Juga: Senator Ahmad Nawardi: Hari Santri Momentum untuk Meningkatkan Daya Saing 

Selanjutnya sebut Zulkifli, upaya untuk teraliri air kepersawahan masyarakat petani tetap dilakukan dan dalam waktu dekat ini akan berkoodinasi ke instasi –instansi terkait supaya krisis air secepnya teratasi.

Ia juga  menghimbau, kepada para petani  jangan terlalu boros pengunaan air ke persawahaan sememtara debit air disungai kecil, “kalau bisa berhemat-hemat,” himbau Zulkifli.

Terkait dengan peralata petani, seperti hend traktor dan Traktor 4 WD  untuk sementara tidak ada gendala bagi para petani sawah, walau pun debit air  mengalirkan kecil kelahan sawah tetap digarap sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama12 September 2017 yang lalu.

“Pada bulan September dilakukan kenduri Ulee lhueng dan Oktober pembersihan tali air,” sebut Zulkifli singkat.

Sementara itu, Kadis DPU Abdya, Rahwadi ST melalui Kabid Sumber Daya Air  Mulyadi ST, saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, terkait menggecilnya debit aliran air ke saluran persawahan masyarakat petani di Tangan-Tangan, pihaknya sudah turun ke lokasi langsung dan mengali sidementasi di mulut saluran pembagian air.

”Itu sudah kita gali, bersama-sama aneuk blang beberapa minggu lalu. Jika masih airnya mengecil, penyebab kemarau dan air sungai  tersebut volume airnya terlihat cukup kecil,” sterang Mulyadi.(Nazli, Jie).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here