Data Crime Index Diwilayah Hukum Polres Probolinggo Kota Tahun 2020 Meningkat (+26%), Data Crime Clearance Naik (+61%)

oleh -26 views
Foto : Release akhir tahun 2020, Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari bersama Forkopimda dan Ketua MUI tunjukkan barang bukti (BB) yang disita dari pelaku kejahatan.

PROBOLINGGO, Selasa (29/12/2020) suaraindonesia-news.com – Gangguan keamanan dan keterlibatan masyarakat (GKTM) di Kota Probolinggo pada tahun 2020 mengalami kenaikan dibanding GKTM tahun 2019.

Crime Index (Kejahatan serius atau sering terjadi yang meresahkan masyarakat) di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota tahun 2019 dan tahun 2020 jumlah kasus 312 kasus dan 256 penyelesaian (82%).

Crime index total mengalami kenaikan jumlah kasus sebanyak 20 kasus (121%) dan tahun 2019 sebanyak 138 kasus menjadi 174 kasus di tahun 2020. Namun Crime index clearance (angka penyelesaian tindak kejahatan) mengalami kenaikan sebanyak 60 kasus (148%) dibanding tahun 2019 sebanyak 98 penyelesaian menjadi 158 penyelesaian pada tahun 2020.

Data tersebut disampaikan Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari saat release akhir tahun 2020 terkait data crime total, crime clearance, crime index dan crime clock diwilayah hukum Polres Probolinggo Kota, Selasa (29/12/20) dihalaman Mapolres.

Release akhir tahun yang dihadiri oleh Forkopimda, Ketua MUI dan relawan Kampung Tangguh Semeru (KTS) setempat itu, AKBP RM Jauhari juga menjelaskan, Crime Total (Jumlah kejahatan yang dilaporkan), tahun 2019 dibanding Crime Total tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 10 kasus (+2%) dari 480 kasus pada tahun 2019 menjadi 490 kasus di tahun 2020.

Dari Crime total tersebut crime clearance mengalami kenaikan jumlah penyelesaian sebanyak 44 kasus (+11%) dari tahun 2019 sebanyak 403 penyelesaian menjadi 447 penyelesaian di tahun 2020.

Disamping itu, lanjut RM Jauhari, crime index juga mengalami kenaikan sebesar 36 kasus (+26%) dari tahun 2019 sebesar 138 kasus menjadi 174 kasus pada tahun 2020. Begitu pula dengan crime clearance juga mengalami kenaikan sebesar 60 penyelesaian (+61%) dari tahun 2019 sebesar 98 penyelesaian menjadi 158 penyelesaian di tahun 2020.

“Sedang Crime Clock (berapa kali kejahatan terjadi dalam setiap jam), pada tahun 2019 (18 jam 12 menit 36 detik) dibanding tahun 2020 mengalamai kenaikan sebesar 19 menit dan 48 detik. (Yang berarti kejahatan GKTM terjadi setiap 17 jam 52 menit, 48 detik selama tahun 2020,” pungkas mantan Kapolsek Metro Tanah Abang ini.

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *