Dandim 0826 /Pamekasan Mengajak Para Ustad dI Ponpes Al Hamidi Banyuanyar Mencintai Tanah Air

oleh
Dandim 0826 / Pamekasan Letkol Arm Mawardi saat memberikan materi wawasan kebangsaan

Reporter : Ibnu

Pamekasan, suaraindonesia-news.com – Akhir-akhir ini kalangan masyarakat indonesia sudah banyak yang melupakan budaya bangsa indonesia, kebanyakan dari mereka meniru kehidupan dari luar negeri, terutama bagi para pemuda,  sehingga budaya bangsa sendiri dilupakan hal ini nantinya akan sangat membahayakan kehidupan bangsa indonesia kedepan.

Guna menghindari kehancuran masa depan bangsa indonesia salah salah satu langkah yang dilakukan oleh satuan Kodim 0826 / Pamekasan adalah memberikan wawasan kebangsaan kepada seluruh unsur komponen bangsa (para santri, siswa,  siswi, ustad, dan para dewan guru,  serta yang lainnya), seperti halnya yang dilakukan oleh Komandan Kodim 0826 /Pamekasan Letkol Arm Mawardi, S.Ap pada jum’at tgl 22 April 2016 di Ponpes Al-hamidi yang di pimpin KH. Muhammad, Desa Banyu Anyar Timur, Kecamatan Palenggaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur memberikan pemantapan Wasbang (wawasan kebangsaan) bagi ustad/ustadah angkatan V Tahun 2016 yg diikuti sekitar 125 orang peserta.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0826 / Pamekasan Letkol Arm Mawardi memberikan wawasan kebangsaan kepada para ustad yang intinya, demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia di era jaman yang dikatakan serba modern ini kita harus peka dan tau tentang permasalahan yang ada.

“Proxy War merupakan suatu ancaman dengan menggunakan pihak ketiga yang ditimbulkan dari dalam negeri sendiri sehingga akan dimunculkan bahwa negara boneka yang memerangi negara yang sebenarnya, dan disaat negara boneka berhasil negara tersebut di kendalikan oleh si pemegang skenario dan hal ini sudah dialami negara timor tengah termasuk negara Sudan bahkan negara indonesia,” kata  Letkol Arm Mawardi.

Untuk itu kata Letkol Arm Mawardi, kita harus hati-hati dalam menyikapi segala hal permasalahan yang ada agar tidak timbul perpecahan. Ujarnya.

“Bahaya PKI (partai komunis indonesia) sekarang ini sudah bisa masuk ke berbagai elemen baik eksekutif , legeslatif maupun ormas dan masyarakat yang juga sebagai objek dalam pergerakan dan penyusupan ideologi mereka agar bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat,” jelas Letkol Arm Mawardi.

Untuk itu kata dia, kita sebagai bangsa yang bermartabat dan beragama sudah saatnya membuka diri untuk memilah – milah mana yang benar -benar untuk NKRI atau bukan.

“Bahaya Narkoba merupakan bahaya yang sangat riskan karena dapat menghancurkan dan berdampak sangat hebat terlebih buat generasi bangsa ini karena selain akan merusak moral anak bangsa bahkan tatanan hidup kita yang sudah baik akan rusak dengan adanya pengaruh narkoba ini,” imbunya.

Lanjutnya, maka dari itu kata dia, narkoba sudah merupakan musuh negara dan ini juga merupakan tugas kita bersama untuk membasmi para pengguna dan wajib memberi tau dengan sosialisasi kepada orang lain. Tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *