Dampak Suara Bising dan Bau Gas Ganggu Kenyamanan Warga, PT PGE Diduga Abaikan Tanggung Jawab Sosial

oleh -94 views
Foto: Area cluster 3 blok B Kabupaten Aceh Utara.

ACEH UTARA, Minggu (29/06) suaraiindonesia-news.com – Suara bising mesin dan bau gas yang menyengat dari aktivitas eksplorasi gas di Cluster 3 milik PT Pema Global Energi (PGE) di Desa Rang­kaya, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, telah menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga yang rumahnya berada di dekat area operasi.

Seorang janda miskin, Syarwani (68), warga Dusun Tgk Peunawa Desa Rangkaya, yang rumahnya berjarak 50 meter dari lokasi eksplorasi gas di Cluster 3, mengungkapkan bahwa dirinya setiap kali mesin dihidupkan terpaksa harus mendengar suara bising yang berasal dari Cluster 3.

“Bukan hanya siang hari saja, tapi suara bising mesin kadang sampai subuh, suara bising sangat mengganggu,” ungkap Syarwani. Minggu (29/06/2024).

Selain suara bising, dirinya dan keluarga juga harus mencium bau gas yang menyengat.

“Bau gasnya seperti bau gas elpiji yang digunakan untuk memasak, jika angin dihembus ke arah utara bau gasnya bikin sakit kepala, pusing bahkan dada sesak,” kata Syarwani kepada sejumlah awak media pada Kamis (27/6).

Mirisnya, ketika ditanyakan apakah selama ini ada kepedulian dari pihak perusahaan, Syarwani mengaku baru baru ini pernah datang pihak PGE dan memberikan sedikit bantuan.

Baca Juga: Polemik Desa Tanoh Rata Peureulak Belum Ada Titik Temu, Kades Bungkam

“Beberapa waktu lalu pernah datang pihak mereka salah satu menyebut dirinya bernama Fachrizal, saat itu mereka menyerahkan bantuan sebesar Rp 300,000,” sebutnya.

Syarwani juga menuturkan, dirinya menyampaikan permohonan agar bisa dibantu modal usaha, namun mereka menyarankan untuk ambil pinjaman kredit di leasing.

“Ibu ajukan pinjaman kredit saja ke leasing, jika ada BPKB prosesnya pun tidak lama,” tutur Syarwani mengutip saran mereka.

Terakhir, Syarwani menceritakan, setiap hujan lebat, halaman rumahnya tergenang air karena pihak PGE membuka saluran dari lapangan Cluster 3.

“Saat hujan lebat, halaman rumah saya tergenang air karena saluran dari lapangan Cluster 3 mengalir ke arah rumah saya, mereka hanya tutup saluran seadanya saja tanpa perbaikan,” ungkapnya dengan nada kesal.

Sementara itu External Relation Manager PT PGE, Bustami Syarbini saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa saat ini di Cluster 3 tidak ada mesin untuk memproses gas yang dihidupkan sehingga tidak ada suara bising dan kebauan.

“Tadi malam (Jum’at 28 Juni 2024) kami juga langsung turun ke lokasi Cluster 3 untuk melakukan pengecekan terkait informasi kebisingan dan kebauan dan hasilnya tidak ada sedikit pun suara bising dan kebauan, sebagaimana bukti video yang kami kirimkan kepada rekan-rekan media, ” ujarnya.

Terkait bantuan kepada masyarakat, Bustami mengaku PGE sudah melaksanakan kegiatan Corporate Sosial Responsibility (CSR) dengan maksimal di wilayah ring satu perusahaan yang mencakup tiga pilar, yaitu Pengembangan Ekonomi, Infrastuktur dan Pendidikan, seperti membangun jalan aspal sepanjang 6 kilometer dari Custer 4 hingga Pirak Timu, pembangunan rumah dhuafa, MCK pesantren, program sanitasi air bersih PAMSIMAS, santunan anak yatim dan dhuafa setiap menjelang Idul Fitri, operasi katarak, khitanan massal, program penurunan angka stunting, bantuan sapi meugang dan kurban, pelatihan peningkatan life skill untuk pemuda, pembinaan UMKM dan berbagai program pengembangan masyarakat lainnya.

“Salah satu keberhasilan dalam pengembangan ekonomi masyarakat beberapa waktu lalu PGE mendapatkan Serambi Award dalam kategori Perusahaan Migas Dukung Pengembangan UMKM,” tutup Bustami.

Reporter: Masri
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan