Dampak Program Seragam Gratis Disdik Sumenep, Nasib Tukang Jahit Lokal Bagai Buah Simalakama

oleh -162 views
Foto: Potret salah satu penjahit lokal di Desa Karang Nangka, Kecamatan Rubaru, Minggu (04/12/2022).

SUMENEP, Minggu (4/11/2022) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Sumenep Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Pendidikan (DISDIK) Sumenep, membuat terobosan program baru, yaitu pemberian seragam gratis untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat sekabupaten Sumenep.

Filosofi program tersebut yaitu memperdayakan penjahit lokal untuk mendongkrak ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Program seragam gratis tersebut disambut baik oleh sejumlah penjahit lokal (rumahan), karena pada prinsipnya pembuatan seragam tersebut akan melibatkan penuh para penjahit lokal untuk menumbuh kembangkan ekonomi pelaku UMKM Sumenep.

Dikonfirmasi sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra menegaskan, bahwa program seragam gratis bukan hasil produk pabrik melainkan produk penjahit lokal rumahan masyarakat Sumenep.

“Bisa saja prosesnya kami pabrikasi, tetapi tujuan dari bupati untuk memperdayakan penjahit lokal, maka kami akan mengajak penjahit lokal untuk menjadi mitra jahit kami”, tegasnya.

Berdasarkan survei internal tim suaraindonesia-news.com dilapangan yang berinteraksi langsung dengan para penjahit lokal, nasib para penjahit dalam posisi simalakama, karena mereka akan kahilangan orderan seragam merah putih untuk SD sederajat, karena sekolah sudah disiapkan oleh Disdik Sumenep, sementara ongkos jahitnya belum diketahui.

“Saya memang sudah baca di media online bahwa pemerintah Sumenep ada program seragam gratis dan akan dikelola oleh penjahit lokal, cuma saya belum tahu ongkosnya berapa perstel dari Disdik, kalau sama dengan yang biasa kami ambil tidak masalah takutnya lebih murah”, papar Nur Faosiah penjahit lokal Rubaru saat di wawancara, Minggu (4/12/2022).

“Kalau biasanya saya ambil ongkos jahit seragam perstelnya untuk seragam merah putih kisaran 60 sampai 70 ribu karena agak sulit banyak detailnya”, ujarnya.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Ardiyansyah saat dikonfirmasi
menjelaskan bahwa penjahit hanya menjahit saja, untuk bahan-bahannya, semua dari Disdik.

“Semua bahannya Disdik yang menyediakan, kain, resleting, kancing, karet, kain keras pokoknya semua bahan disiapkan, tinggal jahit” ujarnya.

Lebih lanjut Ardiyansyah menjelaskan untuk ongkosnya akan menyesuaikan harga pasaran.

Sampai berita ini ditulis belum ada patokan harga ongkos jahit yang ditawarkan oleh Disdik sumenep, untuk ditawarkan ke penjahit lokal Sumenep.

 

Reporter: Inyoman
Editor: M Hendra E
Publisher: Nurul Anam

Tinggalkan Balasan