Dalam Sehari, Heri Cahyono Lakukan Reses Ke Dua Di Dua Kelurahan

oleh -54 Dilihat
Foto: Wakil ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono (tengah) saat melakukan reses

BOGOR, Selasa (5 September 2017) suaraindonesia-news.com – Wakil ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono melakukan reses kedua di dua kelurahan dalam sehari.

Reses kedua yang pertama di kelurahan gunung batu kecamatan Bogor Barat, usai dari kelurahan gunung batu, acara resesnya dilanjutkan ke kelurahan menteng, kecamatan Bogor Barat, kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/9).

Hadir dalam reses lurah gunung batu kepala RRI bogor, ketua lpm gunung batu dan perwakilan camat bogor barat serta ketua rt dan ketua rw se kelurahan bogor barat dan kader posyandu, kader tagana, kader pkk, kader lpm serta tokoh masyarakat dan agama semuanya berjumlah 100 orang.

Tujuan dari reses tersebut merupakan bahan bahan yang nanti akan dijadikan pokok pokok pikiran dprd didalam menjalankan fungsi anggaran, sebagai anggota dprd yang dipilih oleh rakyat sudah tentu kita harus merespon aspirasi mereka sebagai implementasi dari demokrasi, demikian dikatakan wakil ketua dprd kota bogor heri cahyono kepada wartawan.

Dikatakan wakil ketua dprd dari fraksi Golkar ini, bahwa uang rakyat harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, itu adalah semboyan yang ingin kita laksanakan, dengan melakukan reses kita bisa memahami permasalahan yang dihadapi oleh rakyat kita sehingga didalam menjalankan fungsi anggaran tersebut dprd tidak bias dan sudah sesuai dengan kebutuhan rakyat kita.

“Kalau kita melihat tujuan pemerintah yaitu untuk mensejahterakan rakyat maka tentu kita harus bisa melihat permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kita dan untuk bisa melihat tersebut maka harus ada komunikasi, komunikasi dalam hal ini di wujudkan dalam bentuk reses,” terangnya.

Dan inilah mengapa reses itu sangat penting dan diperlukan agar memang keinginan daripada rakyat bisa diakomodir dengan melaksankan setiap usulan usulan pembangunan.

Di gunung batu yang padat penduduk kata Heri, tentu sangat diperlukan penanganan terkait kesehatan, peningkatan pelayanan kesehatan dan juga pembangunan talut untuk mencegah bahaya longsor. Juga potensi banjir akibat buruknya drainase serta perbaikan atau perawatan jalan dan lereng lereng lahan ungkapnya.

Sementara untuk di kelurahan Menteng kata Heri, merupakan wilayah yang padat penduduknya, jumlah penduduk kelurahan menteng sendiri mencapai 15 ribu jiwa dan terbagi menjadi 20 RW imbuhnya.

Sedangkan Problematika yang banyak dikeluhkan oleh warga adalah banyaknya jalan jalan yang rusak sehingga menyulitkan warga dan fasilitas posyandu yang minim serta adanya pembuangan limbah dari rusunawa yang menimbulkan bau tidak sedap.

“Warga juga meminta perhatian terhadap pemerintah daerah karena banyak rumah warga yang status tanahnya masih berupa tanah garapan milik negara,” pungkasnya.(Iran G Hasibuan)

Tinggalkan Balasan