CV. Dua Jaya, Tidak Patuhi Surat Rekomendasi Dinas Perairan dan Pertambangan Kab. Pasuruan

Tambang sirtu di desa Grati Tunon Kecamatan Grati

Suara IndonesiaNews.Com, Pasuruan – Galian pasir batu (sirtu) yang terletak di dekat Danau Ranu Grati, Desa Grati Tunon, Kecamatan Grati, kini makin meresahkan warga. Pasalnya galian yang telah ditutup oleh pihak pemerintah kabupaten Pasuruan per-tanggal 26 Mei 2014 kini kembali beroperasi. Anehnya surat penghentian kegiatan IUP OP CV. Dua Jaya tidak diindahkan oleh pengusaha tambang tersebut.

Menurut warga yang tak mau diungkapkan Jati dirinya, dalam surat tersebut, selain menutup, Pemkab juga mewajibkan kepada CV Dua Jaya, selaku pengusaha tambang untuk memulihan bekas galian diluar wilayah ijin usaha pertambangan seluas 2,5 hektar. Namun kenyataannya hingga saat ini tak ada tindakan pemulihan dari pihak CV. Dua Jaya. “Bukannya dipulihkan, malah nambang lagi,” ungkap warga.

Selain itu menurut warga, pihaknya mengeluhkan lambannya penanganan yang dilakukan oleh pihak pemkab Pasuruan. “Sampai sekarang pihak satpol pp tidak menertibkan CV. Dua Jaya yang telah dicabut ijin usahanya,” keluh warga.

Penambangan sirtu yang di lakukan oleh CV. Dua Jaya sebenarnya sudah dilarang beroperasi, sesuai dengan surat rekomendasi yang di tanda tangani oleh kepala dinas pengairan Dan pertambangan kabupaten. Pasuruan dengan tembusan kepada Bupati Pasuruan sebagai laporan, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawaa Timer, Kepala BP3M Kab. Pasuruan, Kepala BLH Kab. Pasuruan, serta kepala Satuan Pol. PP kab. Pasuruan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi baik dari instansi berwenang maupun Direktur CV. Dua Jaya. (Singgih).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here