Covid-19 Meningkat, Wali Kota Probolinggo Sidak Museum Rasulullah SAW

oleh -365 views
Foto : Wali Kota Probolinggo cek tempat cuci tangan electrik yang ada diarea museum Rasulullah SAW di Jalan Suroyo, Minggu (29/11/20) siang.

PROBOLINGGO, Minggu (29/11/2020) suaraindonesia-news.com – Bertambahnya angka penyebaran Covid-19, Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Museum Rasulullah SAW yang berlokasi di Jalan Suroyo kota setempat, Minggu (29/11/20) siang.

Hal itu dilakukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) di area Museum yang sekarang ini mulai banyak didatangi pengunjung dari luar daerah.

Dalam sidak tersebut, pertama Wali Kota yang lebih akrab disapa dengan sebutan Habib Hadi ini menuju tempat pembelian tiket, yang di depannya tersedia tempat cuci electrik.

Bagi pengunjung yang akan membeli tiket atau masuk harus mencuci tangan dengan sabun yang menggunakan alat detektor sehingga tidak perlu dipencet manual.

Setelah dari loket tempat penjualan tiket, Habib Hadi menuju museum dan sebelum masuk melepas alas kaki sama seperti yang dilakukan para pengunjung.

Setelah alas kaki diletakkan di tempat yang tersedia, baru disemprot handsanitizer elektrik. Di depan pintu masuk pun sudah ada tanda yang terpasang agar tidak berkerumun.

“Saya ingin memastikan protokol kesehatan diberlakukan secara ketat di museum ini. Karena saya sidak di fasilitas umum lainnya ada empat cuci tangan elektrik yang macet sehingga tidak bisa digunakan,” ujar Habib Hadi.

“Alhamdulillah di museum ini sudah sesuai protap dalam penerapan protokol kesehatan. Termasuk tanda physical distancing menuju pintu masuk maupun di area dalam museum,” tambahnya.

Menurut Habib Hadi, barang peninggalan bersejarah Kota Probolinggo yang dipajang diposisi pintu awal masuk museum sekarang ini semakin dikenal masyarakat luas. Dulu meski gratis, museum ini jarang dikunjungi oleh orang luar kota.

“Namun sejak ada benda bersejarah peninggalan Rasul dan para sahabat ada di museum ini, ikut terdongkrak pula. Karena pengunjung sebelum masuk ke tempat benda peninggalan Rasulullah, mereka juga melihat barang bersejarah tentang kota ini yang dipajang dipintu awal masuk museum,” terang Habib Hadi.

Dalam sidak Habib Hadi juga melihat jumlah pengunjung yang dibatasi jumlahnya setiap kali masuk museum. Dengan ruangan yang bisa menampung ratusan orang itu, diperkenankan hanya 40 orang tiap sesi.

Dan ketika masuk pintu utama yang dipamerkan berupa janggut dan rambut Rasullullah, terompah, darah bekam serta surban/imamah. Didalam ruangan ini pengunjung kembali dikurangi dan hanya 20 orang yang boleh masuk. Itupun jaraknya diatur dan ada petugas yang mengarahkan sesuai protokol kesehatan.

“Alhamdulillah sudah sesuai harapan kami dalam penerapan prokes dan ini akan terus dipantau. Semoga ke depan segera ada investor yang membangun museum lebih besar, sehingga bisa menampung lebih banyak artefak peninggalan Rasulullah dan para sahabat,” harap Habib Hadi.

Saat wali kota sidak, ada rombongan dari Pasuruan yang berkunjung. Mereka pun senang bisa bertemu dengan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi. Mereka pun mengapresiasi keberadaan museum Rasulullah ini.

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *