Covid-19 Meningkat, Pasar Tugu Alun-Alun Kota Probolinggo Kembali Ditutup Sementara

oleh -713 views
Penanda Tanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penutupan sementara Pasar Tugu di kawasan bebas kendaraan bermotor di seputar Alun-alun kota Probolinggo, Jumat (27/11/20).

PROBOLINGGO, Jumat (27/11/2020) suaraindonesia-news.com – Sejak sebulan terakhir ini jumlah orang terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Probolinggo meningkat cukup tajam. Bahkan menurut data dari Dinas Kesehatan setempat, pada 27 November 2020 ini jumlah pasien covid-19 yang dirawat mencapai 63 orang. Sebulan sebelumnya 25 Oktober 2020 jumlah/angka terkonfirmasi masih sekitar 4 orang. Penambahan secara signifikan ini terjadi setelah libur panjang beberapa waktu lalu.

Bahkan saat ini Wakil Wali Kota Probolinggo M Soufis Subri juga dinyatakan positif terpapar covid-19 dan menjalani perawatan disalah satu rumah sakit di Surabaya.

Dengan kondisi tersebut Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo, mengambil langkah sepakat untuk menutup sementara pasar Sabtu-Minggu (Tugu) yang digelar diseputaran alun-alun kota probolinggo setiap hari car free day (CFD) pada Sabtu dan Minggu.

Sebelum ditutup, secara tekhnis pada hari Sabtu dan Minggu besok akan dilakukan sosialisasi lebih dulu dan menyiagakan petugas tiga pilar di pasar tugu di sekitar alun-alun kota Probolinggo.

Kesepakatan bersama tersebut ditandai dengan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Teguh Santoso, Kasi Datun Elan Jaelani, Danramil Wonoasih Kapten Inf Abu Kuswari serta perwakilan Pengadilan Negeri. Sedang Ketua DPRD tidak bisa hadir karena ada kegiatan lain.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, karena penyebaran covid-19 sudah tidak bisa terdeteksi dari klaster mana. Karena zona sudah bebas aktifitas masyarakat setelah adanya liburan panjang.

Apalagi kesadaran masyarakat untuk secara mandiri memeriksakan kesehatannya sendiri itu sangat kurang. Jadi saya mengambil langkah ini untuk mengurangi jumlah penyebaran covid-19 di kota probolinggo. Karena saya lihat di pasar Tugu ini pengunjungnya sangat luar biasa, saya lihat juga ada mainan anak-anak dan segala macam.

“Langkah ini untuk menghindari penyebaran covid-19. Mudah-mudahan tidak lama pasar Tugu bisa dibuka kembali dan masyarakat bisa beraktifitas kembali,” ujar wali kota yang akrab disapa dengan sebutan Habib Hadi ini.

Ia pun berharap masyarakat bisa memahami kebijakan ini dan mau meliha fakta bahwa covid-19 ada perkembangan tinggi di Kota Probolinggo. Penutupan ini tidak menuntut kemungkinan di area lain juga.

“Tapi kalau angka covid-19 sudah turun, aktivitas bisa kita mulai lagi,” kata Habib Hadi.

Habib Hadi juga berpesan kepada masyarakat, yang melibatkan massa banyak agar diatur dan diminimalisir jangan sampai terlalu banyak. Kami tunjukkan komitmen untuk kemaslahatan warga Kota Probolinggo.

“Tidak ada kepentingan dari kami, dan kebijakan ini tidak asal-asalan tapi ada dasarnya. Kita semua berdoa mudah-mudahan cepat berlalu, diberi kesehatan dan bisa melalui pandemi ini,” tandas orang nomor satu di kota mangga ini.

Sementara Wakapolre Probolinggo Kota Kompol Teguh Santoso mengatakan sebelum dimulai penutupan harus dilakukan sosialisasi agar masyarakat tidak terkejut.

Harus memberikan edukasi ke masyarakat secara massif, petugas di lapangan tetap dioptimalkan. Pada dasarnya draft sudah bagus, perlu ada koordinasi lagi, katanya.

Ditempat yang sama Danramil Wonoasih Kapten Inf Abu Kuswari menyatakan mendukung langkah penutupan sementara ini, karena sudah banyak permasalahanan dan kejadian terkait covid-19 ini.

Dari pantauan wartawan suaraindonesia-news probolinggo raya, pasar tugu yang biasa digelar setiap hari sabtu dan minggu dikawasan car free day diseputar alun-alun kota Probolinggo banyak dikunjungi masyarakat. Biasanya ratusan bahkan hingga ribuan warga memenuhi pasar tugu ini.

Di pasar tugu ini banyak pelaku UMKM menjual beraneka macam produk. Beraneka produk olahan makanan (kuliner), pakaian hingga permainan anak-anak dijual dipasar ini.

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *