Caleg NasDem Dapil 6 Lapor Bawaslu, Temukan Data Pemilih Diduga Fiktif

oleh -176 views
Foto: Caleg NasDem Dapil 6, Hadariadi (tengah) didampingi kuasa hukumnya, Marlaf Sucipto saat melapor ke Bawaslu Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, Rabu (06/03/2024) suaraindonesia-news.com – Calon DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur Hadariadi melaporkan dugaan adanya pelanggaran dan/atau tindak pidana pemilu, berupa adanya pemilih fiktif di Dapil 6 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep.

Caleg dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut didampingi kuasa hukumnya Marlaf Sucipto pada 5 Maret 2024, kemarin.

“Kami datang ke Bawaslu untuk melaporkan dugaan adanya pelanggaran dan/atau tindak pidana pemilu, berupa adanya pemilih fiktif di Dapil 6,” ujarnya, dalam keterangan tertulis sebagaimana diterima media ini.

Pemilih fiktif, kata Marlaf, yakni orang yang memiliki hak suara di dalam daftar hadir pemilih, terisi ada. Tapi faktanya, yang memiliki hak suara tersebut tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilahan Umum (Pemilu) yang berlangsung pada 14 Februari 2024.

Baca Juga: Tiga Anggota PPK Tidak Dilibatkan, Rekapitulasi Suara 18 Desa Pulau Kangean Disoal

“Laporan tersebut dilandasi atas pencocokan antara temuan tim teknis Saudara Hadariadi di lapangan, yang dikonfirmasi langsung kepada mereka yang memiliki hak suara,” bebernya.

Sedangkan daftar hadirnya, lanjut Marlaf, terisi dan/atau tertandatangani datang dan menggunakan hak pilihnya.

“Tapi setelah dikonfirmasi kepada yang berhak, yang bersangkutan tidak datang dan/atau tidak menggunakan hak pilihnya karena berada di perantauan,” katanya, lebih lanjut.

Adpaun pemilih fiktif yang dimaksud ditemukan di Kecamatan Dungkek. Meliputi Desa Bicabbi, Desa Romben Guna, Desa Romben Rana, Desa Lapa Taman, Desa Bunpenang, Desa Banraas dan Desa Bancamara.

Khusus Desa Grujugan Kecamatan Gapura tepatnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1, TPS 2, dan TPS 3, hasil surat suara hanya tertumpuk pada satu calon.

“Kuat dugaan, juga ada manipulasi. Di TPS 8, surat suara tercoblos 100% serta hanya untuk dua calon tertentu. Ini aneh dan kuat dugaan terjadi manipulasi,” ujar mantan aktivis PMII Surabaya itu.

Atas hal tersebut, pihaknya meminta Bawaslu Kabupaten Sumenep tiga hal yakni:

1. Merekomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Sumenep untuk melakukan pencoblosan ulang. Khususnya di TPS-TPS yang telah dijelaskan di atas;

2. Membuka dokumen Daftar Hadir Pemilih Tetap, Pemilihan Umum Tahun 2024 untuk semua TPS di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep 6, Kabupaten Sumenep yang didasarkan atas hasil pengawasan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Sumenep;

3. Merekomendasikan Laporan tersebut untuk diproses lebih lanjut ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Sumenep.

Reporter: Zaini A
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan