Cabuli Anak Hingga Pendarahan, Pria Umur 50 Tahun Dilaporkan Ke Polisi

oleh
Tersangka saat diperiksa di Kantor Polisi

Reporter: Mustain

Lamongan, 15/08/2016 (suaraindonesia-news.com) – Maksud hati ingin memberikan hiburan kepada sang buah hatinya, justru berakibat petaka. Betapa tidak, seorang Ibu yang hendak mengajak anaknya menonton Lomba Yel-Yel di desa, justru harus dibuat shok lantaran ulah seorang lelaki yang justru mencabuli anaknya.

Kejadian ini dialami oleh Intan (bukan nama sebenarnya), gadis belia yang masih berusia 7 tahun ini harus mengalami pendarahan hebat lantaran dicabuli oleh Kamidin (50), warga Desa Blajo, Kecamatan Kalitengah, sabtu (13/08/2016).

Kejadian tragis ini berawal, ketika Sang ibu yang mengajak anaknya ke lapangan salah satu sekolah di desanya melihat perlombaan yel-yel desa. Di tengah perlombaan, Intan berpamitan untuk pulang mengambil air minum karena kebetulan rumahnya tidak jau dali lokasi perlombaan.

“Dari pengakuan anak saya, saat perjalanan pulang itulah pelaku mengajak anak saya katanya akan dikenalkan dengan seseorang. Dengan segala bujuk rayu akhirnya anak saya bersedia ikut. Saat itu, anak saya lalu dibawa ke ke sebuah gubuk di pinggir sawah yang ada di Dusun Gambuhan Kidul,” tutur Sang Ibu saat di hadapan petugas Polsek Kalitengah.

Di gubuk inilah, Intan lalu dipaksa untuk berbaring dan mengancam akan membuang korban ke sungai jika korban menolak ataupun berteriak. Melihat korbannya tak berdaya, dengan bengisnya Kamidin lantas memasukkan tangannya ke kemaluan korban hingga mengalami robek yang cukup parah dan pendarahan hebat.

“Karena hingga perlombaan usai anak saya belum datang, sayapun langsung pulang ke rumah. Betapa kagetnya saya setelah tahu di rumah anak saya juga belum pulang. Saya dibantu warga lantas mencarinya dan menemukan anak saya dengan kondisi mengenaskan. Setengah pakaiannya terbuka dengan simpahan darah,” ungkap ibunya dengan deraian air mata.

Mendapat laporan dari Sang ibu, Jajaran Polsek Kalitengah langsung bergerak cepat dengan menangkap tersangkan berdasarkan pengakuan Intan. Tanpa perlawanan akhirnya pelaku mengakui semua perbuatan bejadnya yakni mencabuli dengan cara memasukkan jemarinya ke kemaluan korban hingga mengalami pendarahan hebat.

“Setelah melakukan penangkapan, tersangka langsung diamankan dan bawa ke  Unit UPPA Polres Lamongan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk sementara, pelaku akan dijerat menggunakan Pasal 82 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara,” ungkap PAUR Humas Polres Lamongan, IPDA Raksan, SH.

Menurutnya, Kejadian ini merupakan peristiwa yang perlu direnungkan mengapa hal ini bisa terjadi, seorang dewasa tega merusak masa depan anak, begitu juga pengawasan atau menjaga anak banyak sekali predator disekeling anak-anak seorang penjaga atau pengasuh sedikitpun tidak boleh lengah terhadap bahaya anak.

“Mari bersama kita lebih waspada terhadap anak,” tandas Ipda Raksan, SH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *